Jumat, 07 Maret 2014

Ilmu Sosial : Antropologi


Antropologi  adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

Definisi Anthropologi menurut para ahli
Ø  William A. Havilland: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Ø  David Hunter: anthropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

Secara garis besar antropologi antropologi memiliki cabang-cabang ilmu yang terdiri dari:
 A. Anthropologi Fisik
·         Paleoantropologi
ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil. 2. Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik.
B. Anthropologi Sosial dan Budaya
·         Prehistori
ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal tulisan.
·         Etnolinguistik antropologi
 ilmu yang mempelajari pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus bahasa suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi.
·         Etnologi
ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
·         Etnopsikologi
 ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.

PENGERTIAN ANTROPOLOGI SOSIAL
Dari definisi antropologi dan social di atasdapat ditarik apa yang dimaksud denganantropologi social itu sendiri sebagai berikut:
Antropologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu social yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.Sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaaragamanfisik serta kebudayaan(cara-cara berprilaku,tradisi,nilai-nilai). Yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.mempelajari seluk-beluk yang terjadi dalam kehidupan manusia. Yang menghadirkan orang lain baik secara nyata maupun imajiner dalam etnis  kebudayaan  tertentu.
Metedo antropologi :
Sebagai sebuah disiplin ilmu ppengetahuan. Antropologi tentu memiliki sebuah metode tersendiri dalam mengaplikasikan pengetahuannya. Salah satu metode yang paling dikuasai didalamnya adalah METEDO ETNOGRAFI. Berikut adalah uraian ringkas mengenai metode etnografi :
1.       Menjalin rapport.
Menjalin rapport atau menjalin hubungan merupakan salah satu langkah pertama yang sangat penting dalam dunia antropologi. Sebagai langkah pertama didalam sebuah penelitian antropologi, menjalin hubuungan menjadi langkah pertama untuk menunjang keberhasilan sebuah penelitiab.
2.       Observasi
Observasi merupakan pengaman terhadap segala kondisi yang ada didalam lapangan penelitian. Pengamatan dilakukan untuk mengetahuio yang aada di sekitar lokasi penelitian. Di dalam antropologi, pengamatan yang dilakukan tidak hanya dalam hal ‘melihat’ tetapi juga mendengar, meraba dan merasakan. Pengamatan yang baik adalah pengamatan yang mampu melibatkabn semua indra yang dimiliki manuusia. Denag melakukan observasi dapat membuat peneliti mampu mendapatkan fakta-fakta yang belum entu didapatkan dari buku referensi manapundari wawancara.
3.       Wawancara mendalam.
Wawancara mendalam merupakan salah satu langkah terpenting di dalam rangka mengumpulkan data bagi penelitian. Di dalam wawancara sendiri nantinya terdapat beberapa langkah penting yang perlu dilakukan (akan saya uraikan lebih lanjut di tulisan lain). Namun, satu hal perlu digaris bawahi, di dalam Antropologi tidak melakukan wawancara biasa seperti yang dilakukan para wartawan. Antropolog melakukan wawancara secara mendalam. Mendalam disini maksudnya adalah peneliti melakukan wawancara 'dari hati ke hati'. Sehingga jawaban yang dikeluarkan oleh informan tidak hanya berdasarkan yang diketahuinya, tetapi juga ia rasakan. Jawaban-jawaban yang dikatakan oleh informan akan menjadi modal penting di dalam pengumpulan data.
4.       Triangulasi data.
Langkah ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh Antropolog, yaitu melakukan pengecekan data. Karena informan bisa berasal dari berbagai golongan masyarakat, maka triangulasi data dilakukan terhadap informan kunci, yaitu orang yang benar-benar paham terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kebenaran data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Dengan adanya langkah ini, maka data yang digunakan di dalam pelaporan meruapakan data yang valid, dan bisa dibuktikan kebenarannya.
Langkah-langkah penelitian di atas merupakan langkah-langkah didalam Metode Etnografi yang saya uraikan secara sangat singkat, yang tentu saja masih perlu menambahan dan pembenahan yang signifikan. Mengenai metode yang lebih jelasnya akan saya uraikan secara perlahan di dalam postingan-postingan saya selanjutnya. Atau, apabila anda ingin mencari sumbernya, Anda bisa membaca buku METODE ETNOGRAFI karya James Spradley, dan tentu saja masih terdapat berbagai macam buku lainnya yang masih bisa anda gunakan sebagai referensi untuk mengetahui lebih mendalam mengenai Metode Etnografi.

Konsep dasar Antropologi :
Konsep dasar antropologi mencakup 5 pokok kajian, yaitu :
1.       Sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk sosial.
2.       Sejarah terjadinya aneka warna manusia berdasarkan cirri-ciri tubuh.
3.       Persebaran dan terjadinya keseragaman bahasa yang diucapkan manusia.
4.       Perkembangan persebaran dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia.
5.       Masalah keragaman budaya suku-suku bangsa seluruh dunia dewasa itu.

Fase perkembangan antropologi :
Fase 1
Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnogragfi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa.
Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.
Fase 2
Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya
Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia
Fase 3
Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.
Fase 4
Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.
Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.
Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun.

disarikan dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
artikel ini dibuat di Jakarta Pusat (Tanah Abang), pada tanggal 07 Maret 2014

terimakasih telah visit di bloq saya, semoga dapat bermanfaat :)

2 komentar:

  1. Informasi lengkap vii nambah pengetahuan, ada sumber datanya juga.Diksh nilai 85 yahh

    BalasHapus
  2. hai irvi, untuk artikel cukup bagus untuk menambah wawasan. tampilan blog terlalu simple dan daftar pustakanya tolong diperbaiki. terima kasih.

    Nilai : 80 aja deh

    BalasHapus