Sosialisasi
Sosialisasi
adalah semua proses yang dilalui oleh
individu dalam belajar keseluruhan kebiasaan yang dimiliki oleh manusia dalam
bidang keluargaan, pendidikan, agama, dan lain-lain.
Fungsi
sosialisasi :
a) Memberikan
pengetahuan dan keterampilan kepada individu.
b) Menambah
kemampuan berkomunikasi, mengembangkan kemampuan menulis, membaca, dan
bercerita.
c) Membantu
pengendalian fungsi-fungsi organic melalui latihan-latihan mengawas diri.
d) Membiasakan
individu dengan nilai-nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.
Bentuk
sosialisasi :
Menurut Peter L.Berger dan Luckmann
Dia membagi bentuk dosialisasi menjadi 2yaitu
sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder.
Sosialisasi
primer : sosialisasi awal atau pertama yang dialami
oleh individu sewaktu masih kecil dalam lingkungan keluarga. Yaitu orang tua.
Sosialisasi
sekunder : tahap lanjutan setelah sosialisasi primer.
Dalam tahap ini seseorang dapat mengalami desosialisasi
yaitu proses pemcabutan identitas diri yang lama atau proses resosilisasi yaitu pemberian identitas baru yang didapat
dari suatu institusi sosial.
Menurut Jeager
Sosialisasi
represi : sossialisasi yang menekankan pada
penggunaan hokum bertahap kesalahan yang dilakukan oleh individu.
Sosialisasi
partisipasi : sosialisasi yang menggunakan pola
imbalan – hokum.
Tahap
sosialisasi :
Menurut George Hebert Mead
a) Preparatory stage
: tahap persiapan. Dimana pada tahap inii anak mulai melakukan kegiatan meniru
tetapi tidak sempurna.
b) Play stage
: tahap meniru. Anak semakin sempurna meniru kegiatan orang tua.
c) Tahap siap bertindak (game
stage) : mulai memahami norma secara bertahap.
d) Tahap menerima norma
kolektif (generalized other) : seseorang sudah dianggap
dewasa dan harus menerima norma yang berlaku.
teori Looking Glass menurut Charles H. Cooley
a) Kita
membayangkan bagaimana diri kita dihadapan orang lain.
b) Kita
membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.
c) Bagaiimana
perasaan kita sebagai akibat penilaian tersebut.
Agen
sosialisasi dan faktor yang mempengaruhi sosialisasi
Agen sosialisasi :
a) Keluarga
inti dan diperluas.
b) Teman
sebaya.
c) Sekolah.
d) Media
massa.
Yang mempengaruhi :
e) Kematangan
fisik seseorang.
f) Lingkungan
atau sarana sosialisasi.
g) Adanya
keinginan yang kuat.
Interaksi sosial
Interaksi sosial
adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan
perorangan, antara kelompok dengan kelompok lain, dan antara kelompok manusia
dengan individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial.
a) Imitasi :
proses meniru orang lain, baik dalam hal sikap ataupun tingkah laku. Contohnya
: meniru cara berpakaian, cara berbicara, dan berpidato seseorang.
b) Sugesti :
pendapat, pandangan, dan sikap yang diiberikan oleh seseorang kepada orang lain
dan diterima oleh pihak lain. Contohnya : orang akan mmembeli produk kecantikan
karena tersugesti akan menjadi putih.
c) Identifikasi
: kecendrungan-kecendrungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan
pihak lain. Contohnya : orang yang memiliki kemampuan atau kedudukan yang lebih
tingga dapat dijadikan panutan atau teladan.
d) Simpati
: kecakapan untuk merasa diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut
merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
e) Motivasi :
dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada
orang lain.
f) Empati
: bentuk simpati yang mendalam.
Syarat
interaksi sosial (soerjono Soekonto).
Kontak sosial :
Kontak
positif : kontak yang mengarah ke bentuk kerjasama.
Kontak
negative : kontak yang menorah kebentuk peperangan
atau pertentangan.
Kontak
primer : kontak yang terjadi secara langsung
bertemu muka. Contohnya : penjual dan pembeli dipasar.
Kontak
sekunder : kontak yang terjadi melalui perantara.
Contaohnya : telepon, sms, dan surat.
Kontak
sekunder langsung : pihak yang berinteraksi
secra langsung dengan medianya.
Kontak
sekunder tidak langsung : pihak yang berinterasi
meminta bantuan orang lain atau media lain yang tidak berhubungan dengan
komunikator.
Komunikasi :
Tahapan komunikasi adalah : encoding ->
penyampaian -> menerima pesan
Unsure komunikasi :
1. Komunikator
: orang atau kelompok yang menyampaikan pesan.
2. Komunikan
: orang atau kelompok yang dikirim pesan.
3. Pesan
: sesuatu yang disampaikan oleh kommunikator.
4. Media
: alat untuk menyampaikan pesan.
5. Efek
: perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan.
Bentuk-bentuk
intekasi sosial (Gillin dan Gillin).
Proses
asosiasif ; menciptakan perasaan dan mendorong
interkasi sosial.
A.
Kerjasama
(cooperation)
1. Koalisi :
kombinasi 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
2. Joint venture :
kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu.
3. Gotong royong :
kerukunan.
4. Bergaining :
pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua
organisasi atau lebih.
5. Kooptasi
: penerimaan unsuur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan polotik,
organisasi sebagai satu-satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa
mengguncang organisasi.
Bentuk
lain dari kerjasama :
1. Spontan
: kerta sama serta merta.
2. Langsung
: kerjasama hasil dari perintah atasan atau pengusaha.
3. Kontrak
: kerjasama atas dasar tertentu.
4. Tradisional
: kerjasama bagian unsure dalam system sossial, contahnya : gotong royong.
B. Akomodasi :
usaha untuk meredakan ketegangan,
diantaranya : koesif, kompromi, arbitrasi konsiliasi, toleransi, stalemate, dan
ajudikasi.
C. Asimilasi
: berpadunya 2 budaya yang menghasilkan budaya baru sama sekali.
Faktor
yang mempermudah asimilasi :
1. Adanya
sikap toleransi.
2. Kesempatan
yang seimbang dalam ekonomi.
3. Sikap
menghargai orang asing dan kebudayaan.
4. Sikap
terbuka dari golongan pengusaha dalam masyarakat.
5. Persamaan
dalam unsure kebudayaan.
6. Perkawinan
campuran (amalgamasi).
7. Adanya
musuh bersama dari luar.
Faktor yang memhalangi asimilasi :
1. Terisolasi
kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
2. Kurangnya
pengetahuan menganai kebudayaan yang dihadapi.
3. Adanya
perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
4. Perasaan
bahwa suatu golongan lebih tinggi dari pada golongan lain.
5. Adanya
perbedaan warna kuliat atau ciri badan.
6. Adanya
gangguan golongan minoritas tterhadap golongan lain.
7. Adanya
perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi.
D.
Akulturasi
: interaksi dua budaya yang berbeda tanpa
menghilangkan kebudayaan itu sendiri. Misalnya : music keronsong merupakan
perpaduan antara music portugis dengan music Indonesia.
Proses disolasi : menciptakan
perpecahan dan menghambat interaksi.
a)
Persaingan
: perjuangkan sosial yang berlangsung secara
damai.
b)
Kontroversi
: penyangkalan, keraguan, penolakan yang tidak
diungkapkan secara terbuka.
c)
Pertikaian
: lanjutan dari kontravesi.
d)
Konflik
: masing-masing pihak berusaha menyerang,
melukai, dan memusnakan lawannya.
Mobilitas sosial
Pengertian
Mobilitas menurut William kornblum ; perpindahan
individu-individu, dan kelompok sosial dari suatu lapisan ke lapisan sosial
yang lainnya. Menurut Michael S. Bassis
: perpindahan keatas ke bawah dari lingkungan sosio ekonomi yang mengubah
status sosial seseorang dalam masyarakat. Menurut
H. Edward Ransford : perpindahan individu atau kelompok secara hierarki ke
atas atau kebawah dalam lingkungan sosial.
Menurut Kimball Young dan Raymound W.Mack : mobilitas adala struuktur sosial,
yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.
Jenis-jenis
Mobilitas sosial :
Berdasarkan tipe :
a) Mobilitas vertikal
: perpindahan individu atau objek dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan
sosial lainnya yang tidak sederajat.
Sosial climbing : guru jadi kepala sekolah. Sosial sinking : penjabat dipecat dan dipenjara karena korupsi.
b) Mobilotas horizontal
: perpindahan individu atau kelompok dari suatu kelompok sosial ke kelompok
sosial lainnya namun yang sederajat.
c) Mobilitas lateral
; perpindahan seseorang, baik secara perorangan maupun kelompok, dari suatu
unit wilayah dan secara tidak langsung mengubah status sosial seseorang.
d) Mobilitas structural
: perpindahan yang disebabkan oleh inovasi teknologi, urbanisasi, pertumbuhan ekonomi,
peperangan, atau kejadian-kejadian lain yang menyebabkan perubahan struktur dan
jenis kelompok dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup :
a) Mobilitas intragenerasi
: mobilitas sosial yang dialami seseorang dalam masa hidupnya, atau dengan kata
lain mobilitas yang mengubah status sosial seseorang sepanjang usianya mulai
dari lahir sampai meninggal dunia.
b) Mobilitas antargenerasi
: mobilitas sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih, atau mobilitas
yang menyebabkan perbedaan status sosial yang dicapai seseorang dengan
statusnya yang telah dicapai orang tuanya.
Faktor-faktor
mobilitas sosial.
Faktor pendorong :
1. Status
sosial.
2. Keadaan
ekonomi.
3. Situasi
politik.
4. Pertumbuhan
penduduk.
Faktor penghambat :
1. Perbedaan
ras dan kepercayaan.
2. Diskriiminasi
kelas.
3. Pengaruh
sosialisasi yang sangat kuat.
4. Kemiskinan.
5. Perbedaan
jenis kelamin.
Cara
mobilitas sosial vertical.
a) Perubahan
standar hidup.
b) Perubahan
tempat tinggal.
c) Perubahan
tingkah laku.
d) Bergabung
dengan organisasi tertentu.
e) Perkawinan.
Saluran
mobilitas sosial vertical.
a) PNS
b) Angkatan
bersenjata.
c) Lembaga-lembaga
keagamaan.
d) Lembaga
pendidikan.
e) Organisasi
atau perserikatan ekonomi.
Dampak
mobilitas sosial.
a) Mendorong
seseorang untuk maju.
b) Mempercepat
perubahan sosial.
c) Menimbulkan
kecemasan dan ketenangan.
d) Keretakan
hubungan dalam kelompok primer.
e) Menimbulkan
pertentangan atau konflik seperti :
1) Pertentangan
antarpribadi.
2) Pertentangan
antar kelas.
3) Konflik
antar kelompok.
4) Konflik
antargenerasi.