Selasa, 17 Juni 2014

sosialisasi, interaksi sosial, dan mobilitas sosial

Sosialisasi

Sosialisasi adalah semua proses yang dilalui oleh individu dalam belajar keseluruhan kebiasaan yang dimiliki oleh manusia dalam bidang keluargaan, pendidikan, agama, dan lain-lain.
Fungsi sosialisasi :
a)   Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada individu.
b)   Menambah kemampuan berkomunikasi, mengembangkan kemampuan menulis, membaca, dan bercerita.
c)   Membantu pengendalian fungsi-fungsi organic melalui latihan-latihan mengawas diri.
d)   Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.

Bentuk sosialisasi :
Menurut Peter L.Berger dan Luckmann
Dia membagi bentuk dosialisasi menjadi 2yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder.
Sosialisasi primer : sosialisasi awal atau pertama yang dialami oleh individu sewaktu masih kecil dalam lingkungan keluarga. Yaitu orang tua.
Sosialisasi sekunder : tahap lanjutan setelah sosialisasi primer. Dalam tahap ini seseorang dapat mengalami desosialisasi yaitu proses pemcabutan identitas diri yang lama atau proses resosilisasi  yaitu pemberian identitas baru yang didapat dari suatu institusi sosial.
Menurut Jeager
Sosialisasi represi : sossialisasi yang menekankan pada penggunaan hokum bertahap kesalahan yang dilakukan oleh individu.
Sosialisasi partisipasi : sosialisasi yang menggunakan pola imbalan – hokum.

Tahap sosialisasi :
Menurut George Hebert Mead
a)   Preparatory stage : tahap persiapan. Dimana pada tahap inii anak mulai melakukan kegiatan meniru tetapi tidak sempurna.
b)   Play stage : tahap meniru. Anak semakin sempurna meniru kegiatan orang tua.
c)   Tahap siap bertindak (game stage) : mulai memahami norma secara bertahap.
d)   Tahap menerima norma kolektif (generalized other) : seseorang sudah dianggap dewasa dan harus menerima norma yang berlaku.

teori Looking Glass menurut Charles H. Cooley
a)   Kita membayangkan bagaimana diri kita dihadapan orang lain.
b)   Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.
c)   Bagaiimana perasaan kita sebagai akibat penilaian tersebut.

Agen sosialisasi dan faktor yang mempengaruhi sosialisasi
Agen sosialisasi :
a)   Keluarga inti dan diperluas.
b)   Teman sebaya.
c)   Sekolah.
d)   Media massa.
Yang mempengaruhi :
e)   Kematangan fisik seseorang.
f)     Lingkungan atau sarana sosialisasi.
g)   Adanya keinginan yang kuat.

Interaksi sosial

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan perorangan, antara kelompok dengan kelompok lain, dan antara kelompok manusia dengan individu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial.
a)   Imitasi : proses meniru orang lain, baik dalam hal sikap ataupun tingkah laku. Contohnya : meniru cara berpakaian, cara berbicara, dan berpidato seseorang.
b)   Sugesti : pendapat, pandangan, dan sikap yang diiberikan oleh seseorang kepada orang lain dan diterima oleh pihak lain. Contohnya : orang akan mmembeli produk kecantikan karena tersugesti akan menjadi putih.
c)   Identifikasi : kecendrungan-kecendrungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Contohnya : orang yang memiliki kemampuan atau kedudukan yang lebih tingga dapat dijadikan panutan atau teladan.
d)   Simpati : kecakapan untuk merasa diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
e)   Motivasi : dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain.
f)     Empati : bentuk simpati yang mendalam.

Syarat interaksi sosial (soerjono Soekonto).
Kontak sosial :
Kontak positif : kontak yang mengarah ke bentuk kerjasama.
Kontak negative : kontak yang menorah kebentuk peperangan atau pertentangan.
Kontak primer : kontak yang terjadi secara langsung bertemu muka. Contohnya : penjual dan pembeli dipasar.
Kontak sekunder : kontak yang terjadi melalui perantara. Contaohnya : telepon, sms, dan surat.
Kontak sekunder langsung : pihak yang berinteraksi secra langsung dengan medianya.
Kontak sekunder tidak langsung : pihak yang berinterasi meminta bantuan orang lain atau media lain yang tidak berhubungan dengan komunikator.
Komunikasi :
Tahapan komunikasi adalah : encoding -> penyampaian -> menerima pesan
Unsure komunikasi :
1.    Komunikator : orang atau kelompok yang menyampaikan pesan.
2.    Komunikan : orang atau kelompok yang dikirim pesan.
3.    Pesan : sesuatu yang disampaikan oleh kommunikator.
4.    Media : alat untuk menyampaikan  pesan.
5.    Efek : perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan.

Bentuk-bentuk intekasi sosial (Gillin dan Gillin).
Proses asosiasif ; menciptakan perasaan dan mendorong interkasi sosial.
A.   Kerjasama (cooperation)
1.    Koalisi : kombinasi 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
2.    Joint venture : kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu.
3.    Gotong royong : kerukunan.
4.    Bergaining : pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
5.    Kooptasi : penerimaan unsuur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan polotik, organisasi sebagai satu-satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi.
Bentuk lain dari kerjasama :
1.    Spontan : kerta sama serta merta.
2.    Langsung : kerjasama hasil dari perintah atasan atau pengusaha.
3.    Kontrak : kerjasama atas dasar tertentu.
4.    Tradisional : kerjasama bagian unsure dalam system sossial, contahnya : gotong royong.
B.   Akomodasi :  usaha untuk meredakan ketegangan, diantaranya : koesif, kompromi, arbitrasi konsiliasi, toleransi, stalemate, dan ajudikasi.
C.   Asimilasi : berpadunya 2 budaya yang menghasilkan budaya baru sama sekali.

Faktor yang mempermudah asimilasi :
1.    Adanya sikap toleransi.
2.    Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi.
3.    Sikap menghargai orang asing dan kebudayaan.
4.    Sikap terbuka dari golongan pengusaha dalam masyarakat.
5.    Persamaan dalam unsure kebudayaan.
6.    Perkawinan campuran (amalgamasi).
7.    Adanya musuh bersama dari luar.
Faktor yang memhalangi asimilasi :
1.    Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
2.    Kurangnya pengetahuan menganai kebudayaan yang dihadapi.
3.    Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
4.    Perasaan bahwa suatu golongan lebih tinggi dari pada golongan lain.
5.    Adanya perbedaan warna kuliat atau ciri badan.
6.    Adanya gangguan golongan minoritas tterhadap golongan lain.
7.    Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi.

D.   Akulturasi : interaksi dua budaya yang berbeda tanpa menghilangkan kebudayaan itu sendiri. Misalnya : music keronsong merupakan perpaduan antara music portugis dengan music Indonesia.

Proses disolasi : menciptakan perpecahan dan menghambat interaksi.
a)   Persaingan : perjuangkan sosial yang berlangsung secara damai.
b)   Kontroversi : penyangkalan, keraguan, penolakan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
c)   Pertikaian : lanjutan dari kontravesi.
d)   Konflik : masing-masing pihak berusaha menyerang, melukai, dan memusnakan lawannya.

Mobilitas sosial

Pengertian Mobilitas menurut William kornblum ; perpindahan individu-individu, dan kelompok sosial dari suatu lapisan ke lapisan sosial yang lainnya. Menurut Michael S. Bassis : perpindahan keatas ke bawah dari lingkungan sosio ekonomi yang mengubah status sosial seseorang dalam masyarakat. Menurut H. Edward Ransford : perpindahan individu atau kelompok secara hierarki ke atas atau kebawah dalam lingkungan sosial. Menurut Kimball Young dan Raymound W.Mack : mobilitas adala struuktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Jenis-jenis Mobilitas sosial :
Berdasarkan tipe :
a)   Mobilitas vertikal : perpindahan individu atau objek dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Sosial climbing : guru jadi kepala sekolah. Sosial sinking : penjabat dipecat dan dipenjara karena korupsi.
b)   Mobilotas horizontal : perpindahan individu atau kelompok dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya namun yang sederajat.
c)   Mobilitas lateral ; perpindahan seseorang, baik secara perorangan maupun kelompok, dari suatu unit wilayah dan secara tidak langsung mengubah status sosial seseorang.
d)   Mobilitas structural : perpindahan yang disebabkan oleh inovasi teknologi, urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, peperangan, atau kejadian-kejadian lain yang menyebabkan perubahan struktur dan jenis kelompok dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup :
a)   Mobilitas intragenerasi : mobilitas sosial yang dialami seseorang dalam masa hidupnya, atau dengan kata lain mobilitas yang mengubah status sosial seseorang sepanjang usianya mulai dari lahir sampai meninggal dunia.
b)   Mobilitas antargenerasi : mobilitas sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih, atau mobilitas yang menyebabkan perbedaan status sosial yang dicapai seseorang dengan statusnya yang telah dicapai orang tuanya.

Faktor-faktor mobilitas sosial.
Faktor pendorong :
1.    Status sosial.
2.    Keadaan ekonomi.
3.    Situasi politik.
4.    Pertumbuhan penduduk.
Faktor penghambat :
1.    Perbedaan ras dan kepercayaan.
2.    Diskriiminasi kelas.
3.    Pengaruh sosialisasi yang sangat kuat.
4.    Kemiskinan.
5.    Perbedaan jenis kelamin.

Cara mobilitas sosial vertical.
a)   Perubahan standar hidup.
b)   Perubahan tempat tinggal.
c)   Perubahan tingkah laku.
d)   Bergabung dengan organisasi tertentu.
e)   Perkawinan.
Saluran mobilitas sosial vertical.
a)   PNS
b)   Angkatan bersenjata.
c)   Lembaga-lembaga keagamaan.
d)   Lembaga pendidikan.
e)   Organisasi atau perserikatan ekonomi.

Dampak mobilitas sosial.
a)   Mendorong seseorang untuk maju.
b)   Mempercepat perubahan sosial.
c)   Menimbulkan kecemasan dan ketenangan.
d)   Keretakan hubungan dalam kelompok primer.
e)   Menimbulkan pertentangan atau konflik seperti :
1)   Pertentangan antarpribadi.
2)   Pertentangan antar kelas.
3)   Konflik antar kelompok.

4)   Konflik antargenerasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar