Selasa, 17 Juni 2014

penyimpangan, kriminalitas, dan control sosial

Perilaku menyimpang / penyimpangan

Prilaku menyimpang adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu system sosial.

Bentuk perilaku menyimpang

·        Penyimpangan primer :bersifat sementara dan berskala kecil. Contohnya : membolos kerja, menyontek, dan lain-lain.
·        Penyimpangan sekunder : penyimpangan secara khas yang ditunjukan oleh pelaku penyimpangan. Contohnya : pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dll.
·        Penyimpangan individu : dilakukan oleh individu. Contoh : maling ayam.
·        Penyimpangan kelompok : dilakukan secara berkelompok. Contohnya : geng motor.
·        Penyimpangan situasional : penyimpangan yang dilakukan oleh individu atau kelompok karena adanya dorongan dari luar yang begitu kuat. Contoh : mencuri makanan karena kelaparan.
·        Penyimpangan sistematik : penyimpangan yang dilakukan karena adanya proses sistematik yang diorganisasi oleh organisasi sosial tertentu. Segala bentuk tindakan penyimpanagn dibenarkan oleh semua anggota. Contoh : mafia.

Teori-teori penyimpangan

Teori labeling ( Edwin M. Lemerd)
Bahwa seseorang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer kemudian masyarakat mencap (member label) sebagai tindakan menyimpang.
Teori Merton
Perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu.
Teori fungsi (Durkheim)
Penyimpangan disebabkan karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

Sebab-sebab penyimpangan

Dari sudut sosiologi :
a)   Sosialisasi : disebabkan karena menyerap nilai atau norma yang tidak berlaku secara umum.
b)   Anomie (tanpa nama) : disebabkan karena tidak adanya keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan sosial. Terjadi juga dimasyarakat yang banyak norma maupun norma tersebut saling bertentangan.
c)   Hubungan diferential association : soorang anak yang tingal dalam lingkungan pencopetan kemungkinan besar akan menjadi pencopet pada saat dewasa nanti.
d)   Pemberian julikan (labeling) : bila kita member cap terhadap seseorang, maka cap tersebut akan mendorong orang yang di cap untuk berprilaku menyimpang.

Dari sudut pandang biologi :
Perilaku menyimpang sosial berhubungan dengan faktor-faktor biologis.

Dari sudut pandang psikologi :
teori ini berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan keperibadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku menyimpang.

Sudut pandang kriminolog :
a)   Teori konflik :
1.    Konflik budaya. Terjadi dalam masyarakat yang memiliki kebudayaan-kebudayaan tertutup sehingga menghalangi terjadinya kesepakatan nilai.
2.    Konflik kelas sosial. Terjadi apabila masing-masing kelompok menciptakan aturannya sendiri untuk melindungi kepentingannya.
b)   Teori pengendalian
Kebanyakan orang menyesuaikan diri dengan nilai dominan karena adanya pengendalian diri dalam maupun luar.

Pencegahan penyimpangan sosial

·        Keluarga
Keluarga adalah proses awal sosialisasi dan pembentukan keperibadian seorang anak, kepribadian seorang anak akan terbentuk dengaan baaik apabila ia lahir dan tumbuh berkembangan dalam linghkungan keluarga yang baik.
·        Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermainan
Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik, teman bermain yang baik juga maka kita ju8ga akan mencontoh hal tersebut.
·        Media massa
Media massa maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-harinya.


Kriminalitas
Pidana atau rindakan criminal adalah suatu tindakan yang melanggar hokum atau sebuah tindakan kejahatan. Contoh-contoh kriminalitas adalah : pencurian, pembunuhan, perampokan, dll.  Secara yuridis kejahatan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat ( dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan realsi sosial dari masyarakat. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non-formal.

Sebab :
1.    Pertentangan dan persaingan kebudayaan.
2.    Perbedaan ideology politik.
3.    Kepadatan dan komposisi penduduk.
4.    Perbedaan distribusi kebudayaan.
5.    Perbedaan kekayaan dan pendapatan.
6.    Mentalitas yang labil.
7.    Faktor dasar seperi faktor biologi, psikologi, dan sosioemosional.

Akibat :
1.    Dapat merugikan orang lain baik material maupun non material.
2.    Mengganggu kestabilitasan keamanan masyarakat.

Solusi mengurangi penyimpangan :
1.    Mengenakan sanksi yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat.
2.    Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak.
3.    Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusakan nilai budaya bangsa sendiri.
4.  Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi cultural, seperti sekolah, pengajian, dan organisasi masyarakat.


Control sosial

Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berprilaku dan bersikap sesuai nilai dan norma yang berlaku. Dengan adanya pengendalian sosial / control sosial ini diharapkan mampu meluruskan anggota masyarakat yang berprilaku menyimpang / membangkang.

Macam-macam pengendalian sosial

Berdasarkan sifatnya :
·        Tindakan preventif : pengendalian sosila yang bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran-pelanggaaran terhadap norma-norma sosial, contohnya ; guru menasehati muridnya agar tidak terlambat datang ke sekolah.
·        Tindakan Represif : pengendalian sosial yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah terganggu kerena terjadinya suatu pelanggaran dengan cara menjatuhkan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Contoh : skors diberikan kepada siswa yang sering melanggar peraturan.
·        Tindakan kuratif : pengendalian sosial bersifat kuratif adalah pengendalian sosial yang dilakukan pada saat terjadinya penyimpnagan sosial. Contoohnya ; seoranga guru menegur dan menasehati soswanya karena ketahuan menyontek pada saat ulangan.

Berdasarkan cara atau perlakuan pengendalian sosial :
·        Tindakan persuasive : dilakukan tanpa kekerasan, melalui cara mengajak, menasehati atau membimbing anggota masyarakat agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat.
·        Tindakan koersif : pengendalian yang dilakukan dengan menggunakan paksaan atau kekerasan. Contohnya : penertiban pedagang kaki lima di trotoar.

Berdasarkan pelaku pengendalian sosial :
·        Pengendalian pribadi : pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan).
·        Pengendalian institusional : pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga.
·        Pengendalian tidak resmi : pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hokum yang jelas.

Bentuk-bentuk pengendalian sosial :
·        Gosip
·        Teguran
·        Sanksi/hukuman
·        Pendidikan
·        Agama

Artikel ini dibuat pada tanggal 13 Juni 2014 di Tanah Abang (Jakarta Pusat), artikel ini disarikan dari :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar