Kolonialisme
Kolonialisme berasal dari bahasa
latin yaitu kata “koloni” yang berarti “tanah, tanah pemukiman, atau
penjajahan. Secara umum pengettian kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan
manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari
sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga
menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan
atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari
pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan. System kolonialisme sudah
muncul pada zaman yunani kuno. Yang mana disaat itu para petani yunani
berpindah dari negerinya yang tandus ke wilayah lain yang lebih subur. Tujuan
mereka adalah mengolah tanah di daerah tandus agar dapat meningkatkan taraf
hidupnya menjadi menjadi lebih layak.
Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial
menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur
ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi.
Andre
Gunder Frank, berpendapat bahwa
kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang
dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan
ekonomi.
Arundhati Roy berkata
bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah
seperti "mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan".
Dalam
sejarah perkembangan kolonialisme, politik colonial modern mulai tumbuh
semenjak abad ke-16. Awalmula politik kolonialisme modern adalah adanya
penemuan besar yang dilakukan oleh parapedagang bangsa barat (eropa). Mereka
haus akan nama besar, kejayaan dan kekayaan. Bangsa yang dapat disebut sebagai
koloniasator pertama adalah bangsa Inggris, Prancis, Belanda, yang mengusai
sebagian Amereka Utara, Hindian Barat, Hindia muka, dan Hindia Timur. Tujuan
kolonialisnme ini untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah colonial demi
perkembangan industry dan memenuhi kejayaan dari negera-negara yang
melaksanakan politik colonial tersebut. Maka tidak pernah memperhatikan
kesejahteraan dan pendidikan rakyat di daearah kolonialnya. Sehingga kehidupan
rakyat di daerah-daerah colonial tetap dan penuh penderitaan.
Perkembangan
Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman dan terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif ( E.B. Harlock ). Dimaksudkan bahwa perkembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang sesuai usia normal) dan pengalaman yang merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif ( dapat diukur) yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut.
Perkembangan mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya ( Kasiram, 1983 : 23), menandung arti bahwa perkembangan merupakan peubahan sifat indiviu menuju kesempurnaan yang merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian perkembangan yaitu merupakan perubahan individu kearah yang lebih sempurna yang terjadi dari proses terbentuknya individu sampai ahir hayat dan berlangsung secara terus menerus. Sebagai contoh anak yang baru berusia 5 bulan hanya dapat tengkurab kemudian setelah kira-kira 7 bulan sudah bisa berdiri tapi dengan bantuan orang lain, kemudian pada umur 9 bulan baru dapat berdiri sendiri dan mulai berjalan sedikit demi sedikit. Setelah berumur 10 bulan baru dapat berjalan dengan lancar, setelah itu dia dapat berlari-lari.Mka proses perubahan tarsebut dinamakan dengan perkembangan.
Lalu kita bandingkan dengan pengertiaan dari pertumbuhan. Berikut ini pengertian pertumbuhan menurut para ahli sebagai berikut :
Pertumbuhan merupakan perubahan secara fiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, peredaran waktu tertentu ( kartono ). Pertumbuhan dinyatakan dalam perubahan-perubahan yag terjadi pada bagian, tetapi pertumbuhan itu sendiri adalah suatu sifat umum dari suatu organisme (Whitherington, 1991 : 156). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pertiumbuhan merupakan perubahan individu berupa fisik, cognitf, dan sosioemosional. Dapat dicontohkan misalnya pertumbuhan berat badan, bertambahnya tinggi, dan bertambahnya panjang pada rambut.
Ternyata perkembangan dan pertumbuhan sangatlah berbeda bahwa perkembangan itu sendiri merupakan peribahan individu yang bersifat kualitatif ( tidak dapat diukur) dan berkembang sepanjang hayat sedangkan pertumbuhan merupakan perubahan yang bersifat kuantitatif ( dapat diukur ) sampai saat normal tertentu.
Dari porses perkembangan dapat dikelompokan menjadi 3 aspek yaitu yang pertama aspek bilogis .Aspek biologis tersebut merupakan perkembangan pada fisik individu, contohnya : bertambahnya berat badan dan tinggi badan yantg tentunya dapat kita ukur. Yang kedua ialah aspek kognitif meliputi perubahan kemampuan dan cara berfikir. Aspek ini merupakan perubahan dalam proses pemikiran yang merupakan hasil dari lingkungan sekitar. salah satunya yaitu anak mampu menyelesaikan soal matematika. Dan yang ketiga yaitu aspek psikososial dapat diartikan bahwa aspek ini merupakan perubahan aspek perasaan, emosi, dan hubungannya dengan orang lain. Dengan demikian aspek psikososial merupakan aspaek perkembangan individu dengan lingkungan sekitar atau masyarakat. Dari semua aspek tersebut yaitu aspek biologis ( fisik ), aspek kognitif ( pemikiran ), dan aspek psikososial ( hubungan dengan masyarakat ) semuanya saling mempengaruhi sehingga apabila pada suatu aspek mengalami hambatan maka akan mempengaruhi perkembangan aspek yang lainnya.
Setiap individu ada salah satu faktor yang paling dominan yang mempengaruhi perkembangan . Yaitu antara faktor kematangan dan faktor pengalaman . Ada yang lebih dominan pada pematangan dan ada juga yang lebih condong pada pengalaman tergantung pada masing-masing individu. Pada individu yang condong pada pematangan maka perkembangan tersebut berifat diskontinuitas ( serangkaian tahap yang berbeda ), sedangan pada individu yang condong kepada faktor pengalaman maka sifat perkembangannya bersifat kontinuitas ( serangkaian tahap yang bersinambung atau terus menerus ).
Pengertian perkembangan manusia sebagai berikut :
1.
The progressive and continuous change in the organism from to
death, perkembangan itu merupakan perubahan yang progresif dan terus menerus
dalam diri organism sejak lahir hingga mati.
2.
Growth, perkembang itu berarti pertumbuhan.
3.
Change in the shape and integration of bodily parts into
functional parts, perkambangan berarti perubahan dalamm bentuk dan penyatuan
bagian-bagian yang bersifat jasmaniah ke dalam bagian-bagian yang fungsional.
4.
Perkembangan itu adalah kemetangan atau kemunculan pola-pola dasar
tingkah laku yang bukan hasil belajar.
culture exchange
pertukaran
sosial budaya sebagai indicator saling ketergantungan kehidupan masyarakat
sebagai system sosial budaya selalu diwarnai oleh adnya hubungan pertukaran
yang menandai bahwa inteaksi antara individu masing-masing terikat dalam suatu
ketergantungan dalam hubungan pertukaran mengandung prinsip-prinsip “du ut
des”, bahwa saya member agar engkau membalasnya.
Pertukaran
budaya terbagi menjadi 2 :
Assimilasi
dan akulturasi.
Survival
Kemampuan
untuk bernavigasi tanpa peta atau kompas
pun mutlak di perlukan. Selain iti juga mengenai kemampuan untuk dapat bertahan
hidup dan mengusai kondisi kesehatan fisik.
Anda juga dituntut bisa memelihara keseimbangan moral karena anda tidak sendiri menghadapi situasi survival, melainkan bersama teman lainnya. Dalam situasi survival, setiap peralatan yang dipunyai tidak ubahnya bagaikan sebuah bonus. Kurangnya peralatan tidak juga berarti tidak punya peralatan, tetapi kemampuan dan pengalaman akan tenik survival bisa mengatasi hal tersebut. Namun, segala kemampuan dan pengalaman itu jangan dibiarkan berkarat. Latihan berkala mutlak dibutuhkan. Pentingnya pengetahuan tentang bertahan hidup (survival) berkaitan dengan munculnya kondisi kritis. Namun dilain pihak, dapat ditemukan adanya kesamaan tertentu pada aspek yang akan muncul dalam setiap kondisi survival. Secara umum aspek-aspek dapat dipisahkan ke dalam tiga golongan, yaitu :
- Psikologi : panic, takut, cemas, kesepian/sendiri,
bingung, tertekan, bosan, dan lain-lain.
- Fisiologis : sakit, lapar, haus, dan lain-lain.
- Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin,
vegettasi, fauna dan lainnya.
Tindakan-tindakan
dasar yang perlu dilakukan agar bisa keluar dari kondisi survival bisa
dikembangkan dengan mempergunakan kata “SURVIVAL” sebagai kata kunci, yaitu:
S : Size
up the situation
Sadarilah
kondisi survival ini. Bagaimana kondisi kesehatan tubuh dan jika bersama
teman-teman ketahuilah juga kondisi kesehatan tubuh mereka.
U : Undue
Haste Makes Waste
Berpikir
dan bertindak dengan bijaksana. Setiap langkah harus dipikirkan mendalam.
R :
Remember Where You Are
Pengenalan
akan lingkungan/daerah sekitar akan memberikan rasa kenal yang berpengaruh
terhadap rasa aman.
V :
Vasquish Fear and Panic
Kuasai
rasa takut dan panik.
I :
Improvice
Menerima
kondisi yang ada dan berdasarkan hal itu, rencanakan, usahakan kebutuhan -
kebutuhan dasar dengan improvisasi.
V : Value
Living
Dalam
survival, sikap menghargai hidup akan mempengaruhi kemampuan untuk dapat
bertahan.
A : Act
Like The Natives
Belajarlah
dari penduduk setempat. Mereka lebih mengetahui dan menguasai medan tempat kita
melakukan kegiatan.
L : Leam
Basic Skill
Belajar
dan berlatih teknik - teknik dasar dan tambahkan/tingkatkan pengetahuan tentang
survival.
http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/25/definisi-perkembangan-302556.html
http://www.alwanku.com/2013/02/definisi-perkembangan-menurut-para-ahli.html
http://www.alwanku.com/2013/02/definisi-perkembangan-menurut-para-ahli.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar