Globalisasi
Globalisasi menurut Anthony Giddens : proses peningkatan
kesalingtergantungan masyarakat dunia dinamakan dengan globalisasi. Yang
ditandai oleh kesenjangan tingkat kehidupan antara masyarakat industry dan
masyarakat dunia .
Globalisasi menurut Selo
Soemardjan : proses terbentiknya system organisasi antarmasyarakat di seluruh
dunia. Tujuan globalisasi adalah untuk mengikuti sistenm dan kaidah-kaidah
tertentu yang sama, misalnya terbentuinya PBB, OKI.
Globalisasi berasal dari kata “global” yang artinya
“universal”. Jadi globalisasi adalah proses integritas internasional yang
terjadi karena adanya tukaran pandangan didunia, produk, pemikiran, dan
aspek-aspek kebudayaan lainnya. Contoh dari globalisasi salah satunya adalah
mulai munculnya gadget-gadget di dunia.
Globalisasi terjadi pada millennium
ketiga sebelum masehi, yaitu pada abad ke-19 dan awal ke-20. Pada tahun 2000,
Dana Moneter Internasional (IMF) mengindentifikasikan empat aspek dasar
globalisasi, diantaranya :
- Perdagangan dan transaksi
- Pergerakan modal dan
investasi
- Migrasi dan perpindahan
manusia
- Pembebasan ilmu pengetahuan
Proses globalisasi mempengaruhi dan
diengaruhi oleh bisnis dan tata kerja, ekonomi, sumber daya sosial-budaya, dan
lingkungan alam.
Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi
yang dimaksudkan orang dengan globalisasi, yaitu :
- Internasionalisasi :
globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam
hal ioni masing-masing Negara tetap mempertahankan identitas
masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
- Liberalisasi : globalisasi
juga diartikan dengan semakin diturunkan batas antar Negara, misalnya
hambatan tariff ekspor-impor, lalu lintas devisa maupun migrasi.
- Universalisasi : global juga
digambarkan sebagasemakin tersebarnya hal material maupun immaterial ke
seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman
seluruh dunia.
- Westernalisasi : salah satu
bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya
dari barat sehingga mengglobal.
- Hubungan transplanetari dan
suprateritorialitas duniua global memiliki status ontology sendiri, bukan
sekedar gabungan Negara-negara.
Dampak dari adanya
globalisasi
Dampak positif :
- Produk globalisasi dapat
ditingkatkan.
- Meningkatkan kemakmuran
masyarakat dalam suatu Negara.
- Meluaskan pasar untuk produk
dalam negeri.
- Dapat memproleh lebih banyak
modal dan teknologi yang lebih baik.
- Menediakan dana tambahan
untuk pembangunan ekonomi.
Dampak negative :
- Menghambat pertumbuhan sector
industry
- Memperburuk neraca pembayaran
- Sector keuangan semakin tidak
stabil
- Memperburuk prospek
pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Teknologi
Secara etimologi, kata teknologi adalah
“techne” yang berarti “serangkaian prinsip atau metode rasional” istilah
teknologi sendiri pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam
sebuah buku yang berjudul Teknologi : Diskripsi Tentang Seni-seni, Khususnya
mesin (technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin
cetak, telepon/hp, dan internet. Hal-hal tersebut telah mengubah dan menghambat
fisik manusia untuk bekerja dan untuk berinteraksisatu sama lain. Teknologi
telah mempengaruhi kehidupan manusia di era globalisasi ini.
Kemajuan
Tidak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi semakin kesini
semakin berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dilihar dari banyaknya
inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini, dari yang sederhana hingga yang
menghebohkan dunia.
Mass media
Media massa atau pers adalah satu istilah
yang mulai digunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang
secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat liuas. Dalam
pembicaraan sehari-hari. Istilah ini sering disingkat menjadi media.
Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah
memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi
daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang
terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak
pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber
atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media
massa tertentu.
Pengertian pers menurut para ahli
- UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi
massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk
tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam
bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala
jenis saluran yang tersedia.
- R Eep Saefulloh Fatah
Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the
fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangun
kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah
- Oemar Seno Adji
- Pers dalam arti sempit, yaitu
penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata
tertulis
- Pers dalam arti luas, yaitu
memasukkan di dalamnya semua media mass communications yang memancarkan
pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun
dengan lisan.
- Kamus Umum Bahasa Indonesia
Pers
berarti:
- alat cetak untuk mencetak buku
atau surat kabar
- alat untuk menjepit atau
memadatkan
- surat kabar dan majalah yang
berisi berita
- orang yang bekerja di bidang
persurat kabaran.
- Kustadi Suhandang
Pers adalah seni atau ketrampilan mencari,
mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang
terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati
nurani khalayaknya
- Wilbur Schramm
Dalam bukunya Four Theories of the Press yang
ditulis oleh Wilbur Schramm dkk mengemukakan 4 teori terbesar pers, yaitu the
authotarian, the libertarian, the social responsibility dan the soviet
communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers
sebagai pengamat, guru, dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak
hal yang mengemuka ditengah tengah mesyarakat
- McLuhan
Pers sebagai the extended man, yaitu yang
menghubungkan satu tempat dengan tempat lain dan peristiwa satu dengan
peristiwa lain pada moment yang bersamaa.
Raden
Mas Djokomono
Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui
tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang mampu membakar semangat para
pejuang dalam memperjuangkan hak hak Bangsa Indonesia masa penjajahan Belanda.
Perkembangan pers di Indonesia
- Perkembangan pers di Indonesia
berawal pada penerbitan surat kabar pertama, yaitu Bataviasche Novelles en
Politique Raisonemnetan yang terbit pada tangga 7 Agustus 1774.
- Kemudian muncul beberapa surat
kabar berbahasa melayu, antara lain Slomppet Melajoe (1861), dan Medan
Priajji (1907).
- Majalah tertua ialaha Panji
Islam (1912-an).
- Surat kabar terbitan peranakan
Tionghoa pertama kali muncul adalah Li Po (1901) kemudian Sin Po (1910).
- Surat kabar pertama kali di
Indonesia yang menyiarkan teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945,
pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah surat kabara Soeara Asia.
- Susadah itu, surat kabar
nasional yang memuat teks proklamasi adalah surat kabar Tjahaja (Bandung),
Asia Raja (Jakarta), dan Asia Baroe (Semarang).
- Corak kehiidupan politik,
ideology, kebudayaan, tingkat kemajuan suatu bangsa sangat mempengaruhi
system pers di suatu Negara.
Secara umun, diseluruh dunia terdapat pola
kebijakan pemerintah terhadap pers yang otoriter dan demokratis. Diantara keduanya
terdapat variasi dan kombinasi, bergantung tingkat perkembangan masing-masing
negara. Ada yang quasi otoriter, ada yang quasi demokratis, dan sebagainya.
Jenis-jenis media massa
- Media massa tradisional
Media massa dengan otoritas dan memiliki
organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradional media massa
digolongkan sebagai : surat kabar, majalah, radia, televise, film (layar
lebar).
- Media massa modern
Contohnya internet dan telepon selular.
fungsi pers
berdasarkan ketentuan pasal 33 UU No. 40
tahun 1999 tentang pers, fungsi pers adalah sebagai media informasi,
pendidikan, hiburan dan control sosial. Sementara itu pasal 6 UU pers nasional
melaksanakan peranan sebagai berikut :
- Memenuhi hak masyarakat untuk
mengetahui menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi dan mendorong terwujudnya
supremasi hokum dan hak asasi manusia. Selain itu pers juga harus
menghormati kebinekaan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi
yang tepat, akurat dan benar.
- Sebagai
pelaku media informasi.
Pers member dan menyediakan informasi tenta g peristiwa yang terjadi
kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan
informasi.
- Fungsi
peendidikan. Pers
isebagai sarana oendidikan massa (mass education), pers memuat
tulisan-tulisan yang mengandung oengetahuan sehingga masyarakat bertambah
pengetahuan dan wawasannya.
- Fungsi
huburan. Pers
juga memuat hal-hal uang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita
berat dan artikel-artikel pendek, cerita bersambung, cerita bergambar,
teka-teki silang, pojok dan karikatur.
- Sebagai lembaga ekonomi. Pers adalah suatu perusahan yang
bergerak di bidang pers dapat memanfaatkan keadaan di sekitarnya sebagai
nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh
keuntungan maksimal dari hasil produksinya untuk kelangsungan hidup lembaga
per situ sendiri.
Pengaruh media massa pada budaya
Menurut Karl Erik Rosengren pengaruh media
cukup kompleks, dampak bisa dilihat dari:
1. skala kecil (individu) dan luas
(masyarakat).
2. kecepatannya, yaitu cepat (dalam hitungan
jam dan hari) dan lambat (puluhan tahun/ abad) dampak itu terjadi.
Pengaruh media bisa ditelusuri dari fungsi
komunikasi massa, Harold Laswell pada artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan
model sederhana yang sering dikutip untuk model komunikasi hingga sekarang,
yaitu :
- Siapa (who).
- Pesannya
apa (says what).
- Saluran
yang digunakan (in what channel).
- Kepada
siapa (to whom).
- Apa
dampaknya (with what effect).
Model ini adalah garis besar dari
elemen-elemen dasar komunikasi. Dari model tersebut, Laswell mengidentifikasi
tiga dari keempat fungsi media.
Fungsi media massa pada budaya
1. Fungsi pengawasan (surveillance),
penyediaan informasi tentang lingkungan.
2. Fungsi penghubungan (correlation),
dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.
3. Fungsi pentransferan budaya
(transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.
4. Fungsi hiburan
(entertainment) yang diperkenalkan oleh Charles Wright yang mengembangkan model
Laswell dengan memperkenalkan model dua belas kategori dan daftar fungsi. Pada
model ini Charles Wright menambahkan fungsi hiburan. Wright juga membedakan
antara fungsi positif (fungsi) dan fungsi negatif (disfungsi).
Perubahan sosial
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi system
sosialnya, termasuk nilai, sikap sosial, dan pola prilaku di antara
kelompok-kelompok masyarakat.
Definisi prubahan sosial :
Menurut Gillin dan Gillin : variasi dari cara hidup yang diterima
akibat adanya perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi
penduduk, ideology maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam
masyarakat.
Menurut Samuel Keoning : modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam
pola-pola kehidupan manusia.
Menurut Kingsley Davis : perubahan yang terjadi dalam struktur
masyarakat.
Menurut Mac Iver ; perubahan-perubahan dalam hubungan sosial
atau perubahan terhadap keseimbangan sosial tersebut.
Menurut Selo Soemarjan : perubahan pada lembaga-lembaga ke
masyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya.
Teori perubahan sosial :
- Teori
evolusi oleh Emeil Durkheim
Perubahan sosial karena proses evolusi manusia
mempengaruhi cara pengorganisasian masyarrakat.
- Teori
fungsionalis oleh William Ogburn
Setiap element masyarakat memiliki fungsi fungsi
terhadap element masyarakat lainnya. Fungsi tersebut dalam perkembangannya
memiliki tingkat perubahan yang berbeda.
- Teori konflik oleh Karl Marx
Konflik yang terjadi merupakan akibat dari
pertentangan kelas sosial antara kelompok tertindas dengan kelompok penguasa
sehingga terjadi perubahan sosial.
Bentuk perubahan sosial
Berdasarkan intensitas terbagi 2, yaitu :
1.
Perubahan sosial kecil : perubahan-perubahan
yang terjadi pada unsure-unsur sosial, tetapi tidak membawa pengaruh langsung
atau berarti bagi masyarakat.
2. Perubahan sosial besar : perubahan yang akan
membawa pengaruh besar bagi masyarakat.
Berdasarkan penyebabnya terbagi 2, yaitu :
1.
Perubahan sosial yang direncanakan.
2.
Perubahan sosial yang tidak direncanakan.
Faktor yan g mempengaruhi perubahan sosial
Faktor pendorong :
- Adanya kontak dengan kebudayaan
lain.
- System pendidikan formal yang
maju dan adanya toleransi
- Penduduk yang heterogen dan
ssistem stratifikasi terbuka.
- Ketidak mampuan masyarakat
terhadap bidang-bidang kehidupan.
- Orientasi kemasa depan.
- Nilai bahwa manusia senantiasa
harus berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.
Fakrot oenghambat :
- Hubungan yang kurang dengan
masyarakat lain.
- Perkembangan ilmu pengetahuan
yang terlambat.
- Sikap masyarakat yang sangat
tradisional.
- Adanya kepentingan yang telah
tertanam kuat.
- Rasa takut akan terjadi
kegoyahan pada integrasi sosial yang ada.
- Prasangka pada hal-hal yang
baru atauu tidak asing (sikap tertutup).
- Adat istiadat atau kebiasaan.
Faktor penyebab perubahan sosial (Soekanto)
Faktor internal : bertambahnya atau
berkurangnya penduduk. Adanya penemuan baru. Konflik dimasyarakat, terjadinya
pemberontakan atau revolusi.
Faktor eksternal : lingkungan alam
fisik yang ada disekitar manusia. Peperangan pengaruh kebudayaan masyarakat
lain.
Proses perubahan budaya ( Alvin L. Betrand)
Difusi : proses penyebaran
atau perembesan suatu unsure kebudayaan kepada orang lain dan suatu kelompok
masyarakat kedalam masyarakat lainnya.
Difusi terbagi 2 yaitu :
- Difusi
primer
: penyebarluasan unsure-unsur kabudayaan baru dalam masyarakat asasi
kebudayaan tersebut.
- Difusi
sekunder
: peoses penyerluasan unsure-unsur kebudayaan suatu masyarakat ke dalam
masyarakat lainnya.
Akulturasi : pergabungan 2 budaya, tanpa
menghilangkan unsure kebudaayn yang lain.
Asimilasi : pergabungan 2 budaya dan menjadi
kebudaan yang baru.
Acomodasi : proses mengurangi dan mencegah
pertentangan serta dimungkinkan terjadinya kerjasama.
Artikel ini dibuat pada tanggal 13 Juni 2014 di Tanah abang
Jakarta Pusat, yang disarikan dari :
kun maryati, juju suryawati. (2006). sosiologi untuk
SMA/MA kelas 2. esis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar