Knowledge
Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang
diketahui atau segala sesuatu yang
berbau pelajaran bagi yang tidak mengetahuinya. Dari beberapa pengertian, dapat
sidimpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui dan
diperoleh dari panca indera terhadap objek tertentu. Pengetahuan pada dasarnya
merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan dan berfikir yang
menjadi dasar manusia dapat bersikap dan bertindak.
Pengetahuan dapat dikatakan inderaawi lahir ataupun inderawi
luar kalau seseorang mencapainya secara langsung. Sedangkan pengetahuan batin
adalah pengetahuan ketikam seseorang menampakkan diri pada orang sebagai
tindakan dan khayalan.
gambar 1.1 pengetahuan
v
Pengetahuan perseptif : pengetahuan seterusnya. Yakni
ketika pengetahuan yang muncul secara spontan. Pengetahuan dalam arti ini lebih
menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan,
sikap, tindakan, dari pada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan
keterangan yang jelas.
v
Pengetahuan refleksif : ketika pengetahuan itu
membuat objektif kodrat dari suatu realitas apapun juga. Pengungkapannya adalah,
baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta keputusan-keputusan maupun dalam
bentuk lambing , mitos, atau karya seni.
v
Pengetahuan disebut pula diskursif,
ketika pengetahuan itu memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu
aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke
bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pengetahuan dalam arti
ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan
dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke
prinsip, dan sebagainya.
v
Seterusnya, ada pula yang disebut pengetahuan intuitif,
ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi
dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat,
konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.
v
Pengetahuan implicit : pengetahuan yang tertanam
dalam bentuk pengalama seseorang dan faktor-faktor yang bersifat nyata seperti
kenyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip.
v
Pengetahuan eksplisit : pengetahuan yang telah
di simpan atau didokumentasikan. Dengan ini maka pengetahuuan akan dapat
disimpan dan disebar luaskan kepada siapa saja dan dimana saja. contohnya :
media.
v
Pengetahuan empiris : pengetahuan yang muncul
karena adanya pengamatan dan pengalaman.
Faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah :
1. Media
2. Pendidikan
3. Informasi
Intelligence
Kata intelligensi diambil dari bahasa latin yaitu
intellegere. Kata intelligere terdiri dari kata intus yang artinya pikiran atau
akal, sedangkan kata legere berarti membaca atau menangkap. Jadi intelligere
adalah membaca dalam pikiran.
Intelligensi adalah kegiatana dari suatu organism dalam
menyesuaikan diri dengan siruasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi dari
fungsi0fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptor, abstaksi, imajinasi,
atensi, dan kosentrasi. Seleksi relasi, rencanaekstrakpolasi, prediksi, dan control.
Berbeda dengan nurani, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mmempergunakan
pikiran, dan tradisi.
Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi,
inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah
(soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.
Terkadang kalau kita mendengan kata intelligensi maka kita
akan berfikiran langsung mengenai kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan
spiritual (SQ), dan kecerdasan emosional (EQ). sebenernya apasi pengertian dari
IQ, SQ, dan EQ. mari baca artikel dibawah ini.
Kecerdasan intelektual (IQ) adalah ukuran untuk kemampuan
intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan
otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta. IQ juga
kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir rasional, dan menghadapi
lingkungan nya secara efektif. Adapun test untuk ini yang diberinama
Intelligence Qoutient, dimana test ini untuk melihat skor yang diproleh.
Kecerdasan emotional (EQ) adalah kemampuan mengenadalikan
perasaan, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengolah emosi dengan
baik pada diri sendiri dan orang lain.
Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan seseorang untuk
menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritualnya. Hal ini sebagai
landasan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Pusat dari SQ itu sendiri
berada dari hati.
gamba1.2 IQ, EQ, dan SQ
Tips meningkatkan IQ,
EQ, SQ.
Tips meningkatkan IQ
1. Banyaklah
makan makanan mengandung nutrisi unutk kesehatan otak.
2. Istirahat
yang cukup.
3. Selalu
berfikir positif.
4. Memotivasi
diri untuk selalu berfikir optimis dan hilangkan rasa malas.
5. Kembangkan
keterampilan otak dengan kegiatan bermain puzzle, teka-teki silang dll.
Tips meningkatkan EQ
1. Pahami
mengenai perasaan diri sendiri dan orang lain.
2. Selalu
mendidik diri agar dapat bertahan dalam situasi sulit.
3. Hadapi
dunia tanpa rasa takut.
4. Berusahalah
unutk memecahkan masalah sendiri.
5. Tumbuhkan
rasa percaya diri, dan jangan takut untuk gagal.
6. Tanamlah
rasa hormat kepada orang lain.
7. Hubungkan
antara perasaaan dan fikiran kita.
Tips meningkatkan SQ
1. Jangan
terlalu banyak mengeluh.
2. Ambil
hikmah dari setiap hal yang dilanda.
3. Belajarlah
unutk menumbuhkan rasa rendah hati.
4. Tumbuhka
kepedulian kepada sesama.
5. Seringlah
melakukan perenungan mengenai diri sendiri, kaitkan dengan orang lain serta
pristiwa yang dihadapi.
affection
efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa
jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) yang telah dicapai. Dimana makin
besar presentase target yang dicapai, maka makin tinggi nilai efektivitasnya. Melalui perranan efektivitas, manusia tergerak
hatinya, dan perasaannya untuk mengamati, mempelajari dan mengembangkan
pengada-pengada actual di sekitar kita menjadi bagian dari proses
keberadaannya.
Efektivitas tidak sama dengan pengetahuan, namun menjadi
penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia
dalm arti penerapannya dalam bentuk perbuatan dan tindakan. Afektivitas bukan
hanya tindakan ke arah kebutuhan selera, kecenderungan. atau apa yang jasmaniah
saja. tetapi juga spiritual dan intelektual atau intelligible.
Afektivitas adalah satu dari unsur-unsur pokok dasariah dari cara berada
manusia di dunia. dan satu dari dimensi-dimensi esensial roh manusia. Perbuatan
afektif harus dimengerti sebagai segala gerakan atau kegiatan batin yang
karenanya subjek ditarik atau ditolak.
Perbuatan afektif mengarahkan manusia untuk dunianya dan
membuat manusia berada secara lebih langsung dan lebih intensif bersama dengan
hal-hal lain, jadi sejauh lebih bersifat eksistensial. Melalui ini
tindakan afektivitas memberikan dasar atau prinsip nilai bagi suatu proses
kognitif. Pengalaman-pengalaman afektivitas justru menjadi syarat yang sangat
menentukan bagi proses inteligensi manusia. Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus
berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif. Adapun
kondisi-kondisi tersebut ialah:
•
Pertama, antara subjek dan objek harus
ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan
maka tidak akan ada afektivitas. Sebagai contoh ketika kita berhubungan dengan
sebuah objek maka dalam diri objek terdapat sesuatu yang membuat kita tertarik
atau menjauhinya, sesuatu yang ada pada diri objek pasti juga ada dalam diri
subjek yang akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif baik menerima atau
menolak.
•
Kedua, nilai (baik dan buruk), dalam
kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan
melahirkan kegiatan afektif, karena afektivitas itu sendiri adalah berdasar
pada kecintaan akan sesuatu maka subjek pada akhirnya akan melahirkan kegiatan
afektif untuk menolak atau menerima.
•
Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan
kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus
ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih
cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan
menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah
tersebut.
freedom (kebebasan)
kata
kebebasan sering diartikan sebagai suatu keadaan tiadanya penghalang, paksaan,
beban, ataupun kewajiban. Seorang manusia disebut bebas apabila perbuatannya
tidak mungkin dapat dipaksakan atau ditentukan dari luar. Manusia yang bebas
adalah yang memiliki cara tersendiri untuk hidup. Kebebasan adalah suatu kodisi
tidak adanya paksaan dalam menjalani aktivitas.
“freedom
is self-determination”. Dalam kata ini dapat diartikan bahwa kebebasan
merupakan suatu sifat atau cirri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya
terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.
gambar 1.3 bebas
Secara
ringkas Louis Leahy membedakan kebebasan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Kebebasan
fiisik :
Tidak adanya halangan ataupun rintangan yang
bersifat fisik atau material. Maksudnya, orang menganggap dirinya bebas secara
fisik jika tidak dicegah secara fisik untuk berbuat sesuai dengan apa yang ia
kehendaki.
2. Kebebasan
moral :
Kebebasan ini adalah kebebasan untuk
mengambil keputusan, berbuat atau tidak berbuat, atau kebebasan untuk dapat
berbuat sesukanya.
3. Kebebasan
psikologi :
Orang dapat dikatakan bebas secara psikologis
jika ua mempunyai kemampuan untuk mengarahkan hidupnya sendiri. Yang menciri
khaskan kemampuan itu sendiri adalah adanya kehendak untuk bebas.
artikel ini dibuat di Jakarta Pusat ( Tanah Abang ), pada tanggal 04 April 2014, semoga artikel ini dappat bermanfaat bagi yang membacanya :)
artikel ini di sarikan dari :
.jpg)
.jpg)

wah postingannya lengkap dan menambah pengetahuan. nilai 85:)
BalasHapus