Jumat, 04 April 2014

human philosophical reflection : knowledge, intelligence, affection, freedom


Knowledge

Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diketahui  atau segala sesuatu yang berbau pelajaran bagi yang tidak mengetahuinya. Dari beberapa pengertian, dapat sidimpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui dan diperoleh dari panca indera terhadap objek tertentu.  Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan dan berfikir yang menjadi dasar manusia dapat bersikap dan bertindak.

Pengetahuan dapat dikatakan inderaawi lahir ataupun inderawi luar kalau seseorang mencapainya secara langsung. Sedangkan pengetahuan batin adalah pengetahuan ketikam seseorang menampakkan diri pada orang sebagai tindakan dan khayalan.

gambar 1.1 pengetahuan


v  Pengetahuan perseptif : pengetahuan seterusnya. Yakni ketika pengetahuan yang muncul secara spontan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap, tindakan, dari pada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas.

v  Pengetahuan refleksif : ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apapun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta keputusan-keputusan maupun dalam bentuk lambing , mitos, atau karya seni.

v  Pengetahuan disebut pula diskursif, ketika pengetahuan itu memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke prinsip, dan sebagainya.

v  Seterusnya, ada pula yang disebut pengetahuan intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.
v  Pengetahuan implicit : pengetahuan yang tertanam dalam bentuk pengalama seseorang dan faktor-faktor yang bersifat nyata seperti kenyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip.
v  Pengetahuan eksplisit : pengetahuan yang telah di simpan atau didokumentasikan. Dengan ini maka pengetahuuan akan dapat disimpan dan disebar luaskan kepada siapa saja dan dimana saja. contohnya : media.
v  Pengetahuan empiris : pengetahuan yang muncul karena adanya pengamatan dan pengalaman.

Faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah :
1.       Media
2.       Pendidikan
3.       Informasi


Intelligence

Kata intelligensi diambil dari bahasa latin yaitu intellegere. Kata intelligere terdiri dari kata intus yang artinya pikiran atau akal, sedangkan kata legere berarti membaca atau menangkap. Jadi intelligere adalah membaca dalam pikiran.

Intelligensi adalah kegiatana dari suatu organism dalam menyesuaikan diri dengan siruasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi dari fungsi0fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptor, abstaksi, imajinasi, atensi, dan kosentrasi. Seleksi relasi, rencanaekstrakpolasi, prediksi, dan control. Berbeda dengan nurani, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mmempergunakan pikiran, dan tradisi.

Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.
Terkadang kalau kita mendengan kata intelligensi maka kita akan berfikiran langsung mengenai kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan emosional (EQ). sebenernya apasi pengertian dari IQ, SQ, dan EQ. mari baca artikel dibawah ini.

Kecerdasan intelektual (IQ) adalah ukuran untuk kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta. IQ juga kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir rasional, dan menghadapi lingkungan nya secara efektif. Adapun test untuk ini yang diberinama Intelligence Qoutient, dimana test ini untuk melihat skor yang diproleh.

Kecerdasan emotional (EQ) adalah kemampuan mengenadalikan perasaan, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan seseorang untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritualnya. Hal ini sebagai landasan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Pusat dari SQ itu sendiri berada dari hati.

gamba1.2 IQ, EQ, dan SQ


Tips meningkatkan IQ, EQ, SQ.

Tips meningkatkan IQ

1.       Banyaklah makan makanan mengandung nutrisi unutk kesehatan otak.
2.       Istirahat yang cukup.
3.       Selalu berfikir positif.
4.       Memotivasi diri untuk selalu berfikir optimis dan hilangkan rasa malas.
5.       Kembangkan keterampilan otak dengan kegiatan bermain puzzle, teka-teki silang dll.

Tips meningkatkan EQ

1.       Pahami mengenai perasaan diri sendiri dan orang lain.
2.       Selalu mendidik diri agar dapat bertahan dalam situasi sulit.
3.       Hadapi dunia tanpa rasa takut.
4.       Berusahalah unutk memecahkan masalah sendiri.
5.       Tumbuhkan rasa percaya diri, dan jangan takut untuk gagal.
6.       Tanamlah rasa hormat kepada orang lain.
7.       Hubungkan antara perasaaan dan fikiran kita.

Tips meningkatkan SQ

1.       Jangan terlalu banyak mengeluh.
2.       Ambil hikmah dari setiap hal yang dilanda.
3.       Belajarlah unutk menumbuhkan rasa rendah hati.
4.       Tumbuhka kepedulian kepada sesama.
5.       Seringlah melakukan perenungan mengenai diri sendiri, kaitkan dengan orang lain serta pristiwa yang dihadapi.

affection

efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) yang telah dicapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, maka makin tinggi nilai efektivitasnya.  Melalui perranan efektivitas, manusia tergerak hatinya, dan perasaannya untuk mengamati, mempelajari dan mengembangkan pengada-pengada actual di sekitar kita menjadi bagian dari proses keberadaannya.

Efektivitas tidak sama dengan pengetahuan, namun menjadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalm arti penerapannya dalam bentuk perbuatan dan tindakan. Afektivitas bukan hanya tindakan ke arah kebutuhan selera, kecenderungan. atau apa yang jasmaniah saja. tetapi juga spiritual dan intelektual atau intelligible. Afektivitas adalah satu dari unsur-unsur pokok dasariah dari cara berada manusia di dunia. dan satu dari dimensi-dimensi esensial roh manusia. Perbuatan afektif harus dimengerti sebagai segala gerakan atau kegiatan batin yang karenanya subjek ditarik atau ditolak.

Perbuatan afektif mengarahkan manusia untuk dunianya dan membuat manusia berada secara lebih langsung dan lebih intensif bersama dengan hal-hal lain, jadi sejauh lebih bersifat eksistensial. Melalui ini tindakan afektivitas memberikan dasar atau prinsip nilai bagi suatu proses kognitif. Pengalaman-pengalaman afektivitas justru menjadi syarat yang sangat menentukan bagi proses inteligensi manusia.  Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif. Adapun kondisi-kondisi tersebut ialah:

          Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas. Sebagai contoh ketika kita berhubungan dengan sebuah objek maka dalam diri objek terdapat sesuatu yang membuat kita tertarik atau menjauhinya, sesuatu yang ada pada diri objek pasti juga ada dalam diri subjek yang akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif baik menerima atau menolak.

          Kedua, nilai (baik dan buruk), dalam kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan melahirkan kegiatan afektif, karena afektivitas itu sendiri adalah berdasar pada kecintaan akan sesuatu maka subjek pada akhirnya akan melahirkan kegiatan afektif untuk menolak atau menerima.

          Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah tersebut.


freedom (kebebasan)

kata kebebasan sering diartikan sebagai suatu keadaan tiadanya penghalang, paksaan, beban, ataupun kewajiban. Seorang manusia disebut bebas apabila perbuatannya tidak mungkin dapat dipaksakan atau ditentukan dari luar. Manusia yang bebas adalah yang memiliki cara tersendiri untuk hidup. Kebebasan adalah suatu kodisi tidak adanya paksaan dalam menjalani aktivitas.

“freedom is self-determination”. Dalam kata ini dapat diartikan bahwa kebebasan merupakan suatu sifat atau cirri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.

gambar 1.3 bebas


Secara ringkas Louis Leahy membedakan kebebasan menjadi 3 macam, yaitu :

1.       Kebebasan fiisik :
Tidak adanya halangan ataupun rintangan yang bersifat fisik atau material. Maksudnya, orang menganggap dirinya bebas secara fisik jika tidak dicegah secara fisik untuk berbuat sesuai dengan apa yang ia kehendaki.

2.       Kebebasan moral :
Kebebasan ini adalah kebebasan untuk mengambil keputusan, berbuat atau tidak berbuat, atau kebebasan untuk dapat berbuat sesukanya.

3.       Kebebasan psikologi :
Orang dapat dikatakan bebas secara psikologis jika ua mempunyai kemampuan untuk mengarahkan hidupnya sendiri. Yang menciri khaskan kemampuan itu sendiri adalah adanya kehendak untuk bebas.

artikel ini dibuat di Jakarta Pusat ( Tanah Abang ), pada tanggal 04 April 2014, semoga artikel ini dappat bermanfaat bagi yang membacanya :)

artikel ini di sarikan dari :


1 komentar: