Rabu, 02 April 2014

seminar family n city


Hallo semuanya J
Mau cerita dikit ya, kemaren hari sabtu tanggal 29 maret 2014 saya pergi ke hotel di daerah serpong beserta teman-teman saya. Tujuan kita kesana bukan untuk nginap ya, tapi kita kesana untuk mengikuti seminar family and city. Nah saya mau nulis sedikit nih apa yang dibahas di seminar kemaren.
Seminar kemaren membahas tentang mendidik anak di era digital ini. Mungkin kita sering liat bahkan mengalaminya langsung, dimana ada sebuah keluarga yang selalu repot dengan gadgetnya padahal situasinya kita sedang makan bersama. Atau melihat anak kecil yang sekarang ini selalu memakai gadget untuk bermain. Sebenarnya ama ngga si? Bagaimana mendidik anak di era seperti ini? Nah berikut adalah hasil dari apa yang saya dapatkan diseminar kemaren.

Tips mendidik anak di Era Digital
Hidup di zaman ini sangat menuntut setiap individunya untuk siap menghadapi kecanggihan dan perkembangan yang ada. Orang tua berperan bagi ananknya untuk mendidik. Selain itu teknologi juga sangat berperan bagi perkembangan anak. Namun terkadangan orang tua takut memberikan teknologi kepada anaknya dikarenakan karena takut dengan hal-hal yang negative. Berikut adalah tips untuk para orang tua untuk dapat memdidik anaknya di zaman yang era ini.
1.       Belajar dan mengenal TIK ( Tekhnologi Informasi dan Komunikasi ).
Segala sesuatunya pasti mempunyai 2 hal, yaitu sisi positif dan sisi negative. Begitu pula dengan tekhnologi . namun sebaiknya kita sebagai orang tua jangan nething (negative thingking) terhadap perkembangan teknologi ini. Supaya kita tidak dibodohi oleh anak, sebaiknya kita juga mengikuti perkembangan teknologi. Kita belajar tentang teknologi itu sendiri.
2.       Menyaring dan menyeleksi konten yang ada dan melakukan pendampingan.
Ketika kita belajar tentang teknologi, 1 hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara melakukan pengaturan device agar tidak menampilkan konten-konten yang membahayakan bagi anak. Mau tidak mau kita dituntut harus bisa dan mengerti akan tekhnologi itu sendiri.
3.       Kendalikan waktu akses, ajak anak bermain dan berinteraksi tanpa mesin.
Sebagai orang tua kita dapat mengatur kapan si anak dapat bermain dengan gadgetnya. Misalnya seminggu 2x atau disaat libur saja, atau juga gadget bisa sebagai motivasi (reward)si anak dalam belajarnya. Apabila si anak mendapatkan nilai yang bagus (nilai yang sudah ditentukan) anak dapat memainkan gedgetnya. Dengan ini anak giat dalam belajarnya, karena sudah termotivasi dengan gadget itu.selain mengatur kapan ia dapat bermain dengan gadgetnya, orang tua juga dapat mengatur lama durasi yang dapat ia mainkan.
Orang tua sebagai model sebaiknya memberi contoh yang baik juga terhadap anak-anaknya. Misalnya tidak memainkan gadgetnya disaat sedang berkumpul atau sedang makan bersama.upayakan untuk meminimalisirkan hal ini.karena disaat berkumpul ini adalah suasana yang sangat mendukung orang tua untuk dapat lebih dekat lagi kepada sang buah hati dengan mengajak anak berdialog dan berdiskusi.
4.       Pelajari apa yang bermanfaat dari tekhnologi

Pendidikan anak pada masa wire generation
wire generation adalah sebuah generasi baru yang lahir di era digital yang telah mampu merubah dunia. Mendidik anak dizaman ini jauh berbeda dengan jaman terdahulu. Bagaimana kita mendidik anak di era wire generation ini?
1.       Control terhadap beberapa media.

a)      Internet
Dari hasil penelitian 21% anak mengases lewat internet, maka ada baiknya kita para orang tua lebih mengontrol pemakaian internet pada anak.

b)      Games
Sekitar 14% anak mengenal pornografi karena games. Tanpa disadari banyak games yang beredar sekarang ini yang dapat merusak otak kita. Selain pornografi di games juga suka terdapat adanya kekerasan. Oleh sebeb itu orang tua juga harus menjaga anak dalam memainkan games-gamesnya yang berada di gadgetnya.

c)       Film/sinetron/DVD
Menjaga apa yang ditoton oleh anak, karena banyak sekali film-film sekarang ini yang didalamnya terdapat kekerasan, kejahatan, adegan syur, dan yang sekarang lagi berkembang ini adalah banyaknya goyangan-goyangan yang sangat tidak mendidik anak kita. Biasanya anak kecil selalu mecontoh apa yang dilihat. Oleh sebab itu mengontrol hal ini juga sangat dibutuhkan.

d)      Komik
e)      Iklan

2.       Melakukan control dan menguasai tekhnologi sebagai solusinya.
Langkah-langkah untuk menjadi terapis bagi anak.
1.       Tenang.
Apabila kita mengetahui bahwa si anak sudah keluar pada batasan yang sudah diberikan, sebaiknya orang tua harus bersikap tenang. Walaupun sangat susah, tapi usahakan lah untuk bersikap tenang terlebih dahulu. Karen justru ini akan menjadi kunci utamanya.

2.       Hindari marah dan panic.
Marah dan panic tidak menyesaikan masalah, yang ada si anak akan semakin jauh dengan orang tua.

3.       Diterima, dimaafkan, dan mulailah bermusyawarah.

4.       Ingat, bahwa anak sangat membutuhkan validasi 3p : penerimaan, pujian, dan penghargaan.

5.       Perbaiki pola pengasuhan.

Cara menghadapi anak tersebut :
·         Cari tau penyebab anak memulai mengenalnya.
·         Selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan penghargaan, ini akan membuat kecanduan menurun.
·         Jelaskan target penyediaan pornografi.
·         Tanya pendapatnya.
·         Susun langkah yang akan dilakukan bersama.
·         Anak buituh pendampingan.

Sikap orang tua terhapa anak.
a)      Tahu perkembangan tekhnologi.
b)      Lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang.
c)       Sering mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak.
d)      Lebih waspada dan tidak panic.
e)      Ada baiknya kita menggunakan tekhnolohi itu terlebih dahulu sebelum memberikan kepada anak.
f)       Berikanlah yang sesuai denga tujuan dan perkembangan usianya.

sekian dulu ya post saya kali ini.. semoga posant saya kali ini dapat bermanfaat juga bagi kalian yang membacanya :)

artikel ini saya buat di jakatra pusat (tanah abang) pada tanggal april 2014

1 komentar:

  1. Hai vi! Blog km bagus, pembahasannya lengkap dan mudah dimengerti. Nila: 80:)

    BalasHapus