Minggu, 20 April 2014

soal nomer 1 dan 2


1.       Jelaskan perbedaan sudut pandang sosiologi, antroplogoli, filsafat manusia dan psikologi dalam mendiskusikan manusia secara utuh! (berikan contohnya)

·         Sosiologi 
Sosiologi berasal dari bahasa latin socus “kawan”  dan logos “ilmu pengetahuan. Menurut sosiologi manusia adalah individu yang membutuhkan orang lain / makhluk sosial. Contohnya : ketika manusia baru lahir ia membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup.

Objek sosiologi adalah :
o   Material : kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antara manusia yang mempengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
o   Formal : manusia sebagai makhluk sosial / masyarakat.
o   Budaya : budaya dapat, mempengaruhi satu sama lain.
o   Agama : memicu dalam hubunga sosial masyarakat.

sudut pandangnya mulai dari konsep dasar yang meliputi :

a)      Struktur sosial, contohnya :
Ø  Tindakan sosial
Ø  Integrasi
Ø  Kekuasaan
Ø  Kebudayaan
b)      Analisis sosiologi, contohnya :
Ø  Masyarakat makro
Ø  System perkembangan
Ø  Interaksi sosial mikro (antar individu)
Ø  Organisasi sosial
Ø  Masalah sosial
c)       Pendekatan analisi fakta sosial, contohnya :
Ø  Pendekatan objektif
o   Fakta sosial
o   Tindakan sosial dapat diukur dalam angka
o   Suatu fakta sosial yang berkaitan dengan fakta sosial yang lain
o   Metode kuanlitatif
Ø  Pendekatan subjektif
o   Fakta sosial melekat pada individu
o   Fakta sosial dipahami menurut motif-motif pelaku tindakan sosial
o   Metode kualitatif
Dengan tokoh Aguste Comte.

·         Antropologi :
Antropologi berasal dari kata Yunani “antropos “manusia” atau “orang” dan logis berarti “wancana”. Antropolgi adalah ilmu yang mempelajari spesies manusia dan nenk moyang terdekatnya. Antropologi adalah holistic dalam disiplin yang bersangkutan dengan mempelajari seluruh kondisi manusia di masa lalu, sekarang dan masa depan.  Studinya melalui biologi, masyarakat, bahasa, dan budaya. Antropologi juga menawarkan perspektif lintas budaya yang unik dengan terus menerus membandingkan kebiasaan masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Budaya adalah tradisi dan adat istiadat, ditularkan melalui pembelajaran, yang mengatur keyakinan dan perilaku dari orang-orang yang terkena mereka.  Sementara budaya tidak biologis, kemampuan untuk menggunakannya terletak dalam biologi hominid. Sudut pandangnya :

1)      Manusia dengan makhluk individu
2)      Manusia dengan dengan makluk sosial
3)      Manusia dengan makhluk sosial

Contohnya : menerapkan nilai dan norma dalam masyarakat.

·         filsafat manusia :
Pengertian filsafat berasal dari Yunani kuno, yaitu kata “philos” dan “shopia”. Artinya yaitu cinta yang sangat mendalam terhadap kebijaksanaan. Filsafat manusia ini adalah cabang filsafat yang secara khusu merefleksikan hakekat / akssitensi dari manusia yang disebut antriopologi philosofi.

Objek studinya :
1)      Material : filsafat manusia mempunyai objek yang sejajar dengan gejala manusia dan bertujuan untuk menginterpretasikan, dan memahami gejala manusia.
2)      Formal : membahas sedikit berbeda dengan material melalui observasi dan eksperimental.
3)      Aliran dualism : yaitu 2 aliran terpenting yaitu jiwa dan raga. Meraka satu dan tidak bisa dipisahkan.
4)      Aliran ekstensialisme : manusia selalu berusaha untuk eksis (tetap ada). Ia akan selalu menampilkan dirinya sebagai pribadi yang utuh.

Contohnya : seorang dokter harus menolong pasiennya dalam keadaan apapun.
Tokohnya adalah Plato dan Aristoteles.

·         psikologi :
psikologi berasal dari kata yunani kuno, “pshyce”  yang berarti jiwa dan “logia” berarti ilmu.jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dalam psikologi membahas lebih mendalam mengenai prilaku manusia. Contohnya ; prilaku yang dapat diamati melalui penelitian, “anak yang hyperactive dan mempelajari motivasi yang tidak tampak secara langsung”.

1)      Psikoanalisis (Freud) : segala bentuk tingkah laku manusia bersumber dari adanya dorongan dari alam bawah sadar.
2)      Humanism (Maslow) : manusia pada dasarnya adalah baik dan memiliki bekiasaan untuk menentiukan dirinya. Dan pengalaman masa lalu mempengaruhi kepribadian seseorang.
3)      Behaviorisme (Skinner) : manusia dipandang sebagai hasil dari jumlah kondisi-kondisi yang mempengaruhinya. Behavior memandang manusia dari segi badaniah bukan dari rohaniah.
4)      Transpersonal (S.Y. Skapiro dan Denise H. Lajole) : manusia dipandang sebagai “memiliki potensi-potensi” luhur yang dapat keluar dari kesadaran yang biasanya.

Obejek studynya :
o   Objek material : kerohanian, ide-ide, dan nilai.
o   Objek formal : seti tingkah laku manusia, objek tersebut bersifat empiris / nyata dan dapat di observasi.
Contohnya : ketika melihat teman bersedih kita juga ikut merasa bersedih.

2.       Jelaskan perspektif-perspektif yang ada didalam sosiologi! Berikan contohnya :

·         Funsi manifest : fungsi lembaga yang disadari dan di akui oleh seluruh masyarakat. Fungsi manifest ini bersifat jelas, terang dan diketahui dengan kata lain fungsi yang diketahui oleh orang yang bertindak. Contohnya : peran atau status sebagai dosen.
·         Fungsi laten : memiliki sifat tesembunyi atau yang tidak diketahui atau dengan kata lain kebalikan dari fungsi manifest, yaitu yang tidak diketahui oleh ornag yang bertindak. Contohnya : lembaga pendidikan, lembaga keluarga.
·         Disfungsi : elemaen atau prosesn masyarakat yang dapat mengganggu system sosial atau stabilitas.

Menurut : Horton dan hurt.


·         Perspektif evolusioner : sebagai perubahan, sehingga jika dikaitkan dengan sosiologi adalah menitik beratkan pada pola perubahan masyarakat dalam kehidupan. Contohnya : dengan adanya prubahan zaman, semakin baju alat-alat elektronik yang dapat membantu manusia.
Tokohnya : Aguste comte, herbest spencer.
·         Perspektif intrasionis : yang memfokuskan pada pemahamannya pada interaksi yangdilakukan pada setiap individu seperti menggunakan symbol, tanda, kata, isyarat maupun lisan.
Contohnya : lambang pengadilan sebagai symbol.
Tokohnya : George Herbert mead, dan Charles Horton cooley.
·         Perspektif fungsional : masyarakat dilihat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara terorganisasi dan teratur, serta memiliki seperangkat aturan dan nilai yang dianut sebagian besar anggota masyarakat tersebut.
Contohnya : organisasi.
Tokohnya : talcot parson, kingsley davis dan Roobert k merton.
·         Perspektif konflik : masyarakat selalu dalam keadaan konflik terus menerus. Baik antar individu maupun kelompok, karena perspektif ini menekankan pada adanya perbedaan individu dalam mendukung suatu system sosial.
Contohnya : konflik palestina dan Israel.
Tokohnya : karl max, hegel, lews coser dan frederich engles.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar