Sabtu, 08 Maret 2014

Ilmu Sosial : psychology


Pengertian psikologi
Psikologi (psychology) berasal dari bahasa Yunani, yang merupakan gabungan dari psyche dan logos. Kata Psyche berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Secara harfiah psikologi dapat diartikan sebagai ilmu jiwa, Ataupun ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan mental proses seseorang.

Tokoh-tokoh dalam Psikologi
Banyak ahli yang mengemukakan tentang ilmu psikologi ini, diantaranya :

1.       Willhem wundt
gambar 1.1

Beliau dikenal sebagai bapak Psikologi modern. Dia mendirikan laboratorium Psikologi pertama didunia. Sebagai pemua dan sebagai perintis ia belum menuliskan secara terperinci tentang konsep yang ia cetuskan. Namun ia telah banyak melakukan eksperimen untuk mengeluarkan ilmu psikologi dari ilmu filsafat dan ilmu fa’al. dalam bukunya yang berjudul “Beitrage Zur Theories Der Sines Wahenemung” (persepsi yang dipengaruhi oleh kesadaran, 1862),  “Grundzugeder Physiologischen Psychologie” (dasar fisiologis dari gejala-gejala psikologi, 1873) dan “physiologosche Pshychologie”. Didalam buku tersebut ia menuliskan pendapat dan konsep-konsepnnya dalam mengenal ilmu ini.

2.       Sigmund Freud
gambar 1.2

tokoh kebangsaan jerman ini di kenal memiliki beberapa teori dan konsep-konsep mengenai ilmu Psikologi, diantaranya :
# Unconsciousness
yang di ulas didalam bukiunya yang berjudul “interpretationog dream” dan masih dijakin rujukan hingga saat ini.
# perkembangan Psikoseksual
(theory of Psychosexual Development), adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa pada masa balitapun anak-anak mengalami ketertarikan dan kebutuhan sexual.
# the Oedipus complex
mengatakan bahwa ank kecil akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan perhatian dari sang ibu.
#konsep Id, Ego dan Super Ego.
Yaitu trentang mekanisme pertahanan diri.

3.       Alfred Adler
gambar 1.3

sebuah konsep yang dicetuskan adalah : setiap manusia pada dasarnya memiliki kelemahan.
  
4.       Henry A. Murray
gambar 1.4

ia mencetuskan sebuah konsep tentang unconscious mind yaitu keperibadian akan dapat lebih mudah dipahami dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang.

5.       Jean Piaget
gambar 1.5

beliau mencetskan tentang “Theory of Cognitive Development” . ini adalah teori tentang perkembangan dalam psikologi yang mengutamakan unsure kesadaran.

6.       Eric Erickson
gambar 1.6

ia berhasil mengembangkan teori Freud tentang perkambangan Psikoseksual anak. Sehingga melahirkan sebuah teori baru yang disebut “Theory of Psychosocial Development”. Dimana dia membagi menjadi perkembangan manusia.

7.       Burrhus F Skinner
gambar 1.7

ia berpendapat untuk membentuk kepribadian seseorang dibutuhkan adanya Reward dan Punishment.

8.       Abraham maslow
gambar 1.8


tabel 1.1
Ia mencetuskan teori hierarki of need. Menurutnya manusia termotivasi untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, yang memiliki tingkatan dan hierarki masing-masing.

9.       Hans Eysenk
gambar 1.9

ia mengataan bahwa intelligence seseorang menurapakan sesuatu yang diturunkan sejak lahir. Selain itu ia juga menjelaskan tentang sikap ekstrovert dan introvert pada seseorang.

10.   Albert bandura
gambar 2.1

ia mencetuskan tentang teori pembelajaran sosial. Teori ini merupakan salah satu konsep dari aliran behaviorisme yang menekankan pada komponen kognitif dari pikiran, pemahaman dan evaluasi.

Ruang lingkup Psikologi
Ruang lingkup Psikologi terbagi menjadi 2, yaitu ruang lingkup umum dan ruang lingkup khusus. Perbedaannya adalah
»      Ruang lingkup umum : psikologi yang mempelajari kegiatan atau aktivitas psikis manusia pada umumnya.
»      Ruang lingkup khusus ; psikologi yang mempelajari segi-segi psikis manusia.
Macam-macam psikologi Khusus
1)      Psikologi perkembangan.
Ilmu yang mempelajarri tentang tingkah laku yang terdapat pada tahapan-tahapan perkembangan manusia sepanjang t=rentang hidupnya.
2)      Psikologi pendidikan
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam ruang lingkup academis atau pendidikan.
3)      Psikologi sosial
Ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
4)       Psikologi Industri
ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi.
5)      Psikologi Klinis
ilmu  yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.
 
prensetase lapangan kerja dalam Psikologi

tabel 1.2

artikel ini dibuat di jakarta pusat (Tanah Abang), pada tanggal 08 Maret 2014

semoga artikel saya dapat bermanfaat ya :)

Jumat, 07 Maret 2014

Ilmu Sosial : Antropologi


Antropologi  adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

Definisi Anthropologi menurut para ahli
Ø  William A. Havilland: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Ø  David Hunter: anthropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

Secara garis besar antropologi antropologi memiliki cabang-cabang ilmu yang terdiri dari:
 A. Anthropologi Fisik
·         Paleoantropologi
ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil. 2. Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik.
B. Anthropologi Sosial dan Budaya
·         Prehistori
ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal tulisan.
·         Etnolinguistik antropologi
 ilmu yang mempelajari pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus bahasa suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi.
·         Etnologi
ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
·         Etnopsikologi
 ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.

PENGERTIAN ANTROPOLOGI SOSIAL
Dari definisi antropologi dan social di atasdapat ditarik apa yang dimaksud denganantropologi social itu sendiri sebagai berikut:
Antropologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu social yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.Sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaaragamanfisik serta kebudayaan(cara-cara berprilaku,tradisi,nilai-nilai). Yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.mempelajari seluk-beluk yang terjadi dalam kehidupan manusia. Yang menghadirkan orang lain baik secara nyata maupun imajiner dalam etnis  kebudayaan  tertentu.
Metedo antropologi :
Sebagai sebuah disiplin ilmu ppengetahuan. Antropologi tentu memiliki sebuah metode tersendiri dalam mengaplikasikan pengetahuannya. Salah satu metode yang paling dikuasai didalamnya adalah METEDO ETNOGRAFI. Berikut adalah uraian ringkas mengenai metode etnografi :
1.       Menjalin rapport.
Menjalin rapport atau menjalin hubungan merupakan salah satu langkah pertama yang sangat penting dalam dunia antropologi. Sebagai langkah pertama didalam sebuah penelitian antropologi, menjalin hubuungan menjadi langkah pertama untuk menunjang keberhasilan sebuah penelitiab.
2.       Observasi
Observasi merupakan pengaman terhadap segala kondisi yang ada didalam lapangan penelitian. Pengamatan dilakukan untuk mengetahuio yang aada di sekitar lokasi penelitian. Di dalam antropologi, pengamatan yang dilakukan tidak hanya dalam hal ‘melihat’ tetapi juga mendengar, meraba dan merasakan. Pengamatan yang baik adalah pengamatan yang mampu melibatkabn semua indra yang dimiliki manuusia. Denag melakukan observasi dapat membuat peneliti mampu mendapatkan fakta-fakta yang belum entu didapatkan dari buku referensi manapundari wawancara.
3.       Wawancara mendalam.
Wawancara mendalam merupakan salah satu langkah terpenting di dalam rangka mengumpulkan data bagi penelitian. Di dalam wawancara sendiri nantinya terdapat beberapa langkah penting yang perlu dilakukan (akan saya uraikan lebih lanjut di tulisan lain). Namun, satu hal perlu digaris bawahi, di dalam Antropologi tidak melakukan wawancara biasa seperti yang dilakukan para wartawan. Antropolog melakukan wawancara secara mendalam. Mendalam disini maksudnya adalah peneliti melakukan wawancara 'dari hati ke hati'. Sehingga jawaban yang dikeluarkan oleh informan tidak hanya berdasarkan yang diketahuinya, tetapi juga ia rasakan. Jawaban-jawaban yang dikatakan oleh informan akan menjadi modal penting di dalam pengumpulan data.
4.       Triangulasi data.
Langkah ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh Antropolog, yaitu melakukan pengecekan data. Karena informan bisa berasal dari berbagai golongan masyarakat, maka triangulasi data dilakukan terhadap informan kunci, yaitu orang yang benar-benar paham terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kebenaran data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Dengan adanya langkah ini, maka data yang digunakan di dalam pelaporan meruapakan data yang valid, dan bisa dibuktikan kebenarannya.
Langkah-langkah penelitian di atas merupakan langkah-langkah didalam Metode Etnografi yang saya uraikan secara sangat singkat, yang tentu saja masih perlu menambahan dan pembenahan yang signifikan. Mengenai metode yang lebih jelasnya akan saya uraikan secara perlahan di dalam postingan-postingan saya selanjutnya. Atau, apabila anda ingin mencari sumbernya, Anda bisa membaca buku METODE ETNOGRAFI karya James Spradley, dan tentu saja masih terdapat berbagai macam buku lainnya yang masih bisa anda gunakan sebagai referensi untuk mengetahui lebih mendalam mengenai Metode Etnografi.

Konsep dasar Antropologi :
Konsep dasar antropologi mencakup 5 pokok kajian, yaitu :
1.       Sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk sosial.
2.       Sejarah terjadinya aneka warna manusia berdasarkan cirri-ciri tubuh.
3.       Persebaran dan terjadinya keseragaman bahasa yang diucapkan manusia.
4.       Perkembangan persebaran dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia.
5.       Masalah keragaman budaya suku-suku bangsa seluruh dunia dewasa itu.

Fase perkembangan antropologi :
Fase 1
Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnogragfi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa.
Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.
Fase 2
Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya
Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia
Fase 3
Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.
Fase 4
Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.
Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.
Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun.

disarikan dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
artikel ini dibuat di Jakarta Pusat (Tanah Abang), pada tanggal 07 Maret 2014

terimakasih telah visit di bloq saya, semoga dapat bermanfaat :)

Ilmu Sosial : Seputar Sosiologi


Apa itu Sosiologi ?
Sosiologi adalah studi ilmiah yang mempelajari perilaku sosial dalam kelompok manusia. Yang terfokus pada Bagaimana hubungan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat .
A.      Pengertian sosiologi secara umum
Sosiologi berasal dari bahasa latin, yaitu socious san logos. Socious yang berarti “teman” dan logos yang berarti “ kata’ atau “bicara”. Secara harfiah sosiologi adalah ilmu yang membicarakan kehidupan manusia dalam masyarakat. Karna manusia hidup sebagai sentral tidak dapat hidup sendirian, maka dibutuhkanlah ilmu ini untuk dapat mengetahui tentang gambaran bersosialisasi dengan baik.
B.      Sejarah sosiologi
Ilmu sosiologi pertama kali muncul di Etiopia. Hal ini karena mulai terjadi adanya perubahan-perubahan hidup mereka, khususnya dalam masyarakat. Akibat adanya pola pemikiran tersebut, pada tahun 1839 ilmu sosiologi muncul untuk pertama kalinya.
C.      Tokoh-tokoh sosiologi
Ada banyak tokoh-tokoh didalam ilmu sosiologi ini, diantaranya :
1)      Augus Comte
Dalam buku the positive philosophy nya, dia menjelaskan bahwa sosiologi merupakan studi positif tentang hokum-hukum dasar dari gejala sosial yang didalamnya dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.
2)      Pitirim A Sorokin
Dalam bukunya yang berjudul contemporary sociological theories yang menjelaskan bahwan sosiologi merupakan hubungan dan pengaruh timbale balik antara beranekaragamnya gejala sosial.
3)      Selo Soemarjan
Dalam bukunya setangkai bunga sosiologi, yang menjelaskan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses soaila yang termasuk pada perubahan-perubahan sosial.
4)      Roucek dan warren
Didalam bukunya yang berjudul sociology an introduction, ia menjelaskan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok-kelompok.
5)      William F. Ogbum dan Meyer F. Nimkoff
Dalam bukunya yang berjudul American society, ia menjelaskan bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan organisa sosial.
6)      J.A.A van Doorn dan C.J Lammers
Dalam bukunya yang berjudul modern sociologie systematic en analyse, ia menjelaskan bahwa sosiologi adalah pengetahuan tentang struktur dan proses masyarakat yang bersifat stabil.
7)      Emile Durkheim
Ia berpendapat bahwa sosiologi ialah ilmmu yang mempelajari fakta sosial.
8)      Max weber
Dalam bukunya yang berjudul Essays in sociology, ia berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial.

D.      Ciri-ciri sosiologi sebagai ilmuu pengetahuan
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, karena telah memenuhi segenap unsure-unsur ilmu pengetahuan. Ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut :
1)      Sosiologi bersifat empiris ->   ilmu pengetahuan yang didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat.
2)      Sosiologi bersifat teoritis ->   ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun dari hasil observasi yang sudah dilakukan. Abstraksi tersebut berupa kerangka dari  unsur-unsur yang tersusun, dengan tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga dapat menjadi teori.
3)      Sosiologi bersifat kumulatif ->  teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar  teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori yang lama.
4)      Sosiologi bersifat etis ->   yang di peesoalkan bukan baik buruknya fakta tertentu, tetapi tujuannya untuk menjelaskan fakta sosial secara analitis.

Sosiologi terbagi 2 yaitu
»      Sosiologi sebagai Ilmu alam : Studi fitur fisik alam dan cara mereka berinteraksi dan perubahan.
»      Sosiologi sebagai Ilmu sosial : Studi fitur sosial manusia dan cara mereka berinteraksi dan perubahan.
Pembagian sosiologi :
»      Makrososiologi : mempelajari cirri masyarakat secara menyeluruh serta system masyarakat dunia.
»      Mesososiologi ; mempelajari institusi dalam masyarakat.
»      Mikrososiologi : mempelajari dampak system sosial dan kelompok primer pada individu.
Metode dalam sosiologi :
Metode merupakan cara kerja yang dapat digunakan unttuk memudahkan dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam metode setidaknya harus dengan data kualitatif dan kuantitatif.
»      Metode kualitatif
Metode ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang  telah diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian ini dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya, peneliatn tentang kehidupan, riwayat hidup, dan prilaku seseorang.

»      Metode Kuantitatif
Metode ini digunakan dalam penelitian yang analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ini adalah survei dan eksperimen. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Apakah perbedaan antara dua metode yang telah kita bahas di atas? Beberapa perbedaan mendasar dari dua metode tersebut dapat kamu pahami pada tabel berikut ini.

E.       Klinis dan Terapan Sosiologi
»      Sosiologi Terapan: Penggunaan sosiologi dengan maksud menghasilkan aplikasi praktis untuk perilaku manusia dan organisasi.
»      Clinical sosiologi: Memfasilitasi perubahan dengan mengubah hubungan sosial atau restrukturisasi lembaga-lembaga sosial.
»      Dasar sosiologi: Berusaha pengetahuan yang mendalam tentang aspek-aspek fundamental dari fenomena sosial.

F.       Karier dalam sosiologi
Jumlah siswa yang lulus dalam jurusan sosiologi terus meningkat. Jadi tidak usah membingungkan untuk masalah pekerjaan. Seseorang dengan lulusan sosiologi dapat bekerja diberbagai bidang, diantaranya :
Business
Social services
Foundations
Community organizations
Law enforcement
Government

gambar 1.1




gambar 1.2


so, buat kalian yang mau kuliah dijurusan sosiologi monggo, ngga usah bingung sama kariernya nanti, banyak kok  hal yang dapat kalian lakukan dan banyak juga peluang kariernya. 
disarikan dari binusmaya,binus.ac.id

artikel ini buat di Jkarta pusat ( Tanah Abang ) pada tanggal 07 maret 2013