Jumat, 04 April 2014

human philosophical reflection : knowledge, intelligence, affection, freedom


Knowledge

Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diketahui  atau segala sesuatu yang berbau pelajaran bagi yang tidak mengetahuinya. Dari beberapa pengertian, dapat sidimpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui dan diperoleh dari panca indera terhadap objek tertentu.  Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan dan berfikir yang menjadi dasar manusia dapat bersikap dan bertindak.

Pengetahuan dapat dikatakan inderaawi lahir ataupun inderawi luar kalau seseorang mencapainya secara langsung. Sedangkan pengetahuan batin adalah pengetahuan ketikam seseorang menampakkan diri pada orang sebagai tindakan dan khayalan.

gambar 1.1 pengetahuan


v  Pengetahuan perseptif : pengetahuan seterusnya. Yakni ketika pengetahuan yang muncul secara spontan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap, tindakan, dari pada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas.

v  Pengetahuan refleksif : ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apapun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta keputusan-keputusan maupun dalam bentuk lambing , mitos, atau karya seni.

v  Pengetahuan disebut pula diskursif, ketika pengetahuan itu memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke prinsip, dan sebagainya.

v  Seterusnya, ada pula yang disebut pengetahuan intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.
v  Pengetahuan implicit : pengetahuan yang tertanam dalam bentuk pengalama seseorang dan faktor-faktor yang bersifat nyata seperti kenyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip.
v  Pengetahuan eksplisit : pengetahuan yang telah di simpan atau didokumentasikan. Dengan ini maka pengetahuuan akan dapat disimpan dan disebar luaskan kepada siapa saja dan dimana saja. contohnya : media.
v  Pengetahuan empiris : pengetahuan yang muncul karena adanya pengamatan dan pengalaman.

Faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah :
1.       Media
2.       Pendidikan
3.       Informasi


Intelligence

Kata intelligensi diambil dari bahasa latin yaitu intellegere. Kata intelligere terdiri dari kata intus yang artinya pikiran atau akal, sedangkan kata legere berarti membaca atau menangkap. Jadi intelligere adalah membaca dalam pikiran.

Intelligensi adalah kegiatana dari suatu organism dalam menyesuaikan diri dengan siruasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi dari fungsi0fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptor, abstaksi, imajinasi, atensi, dan kosentrasi. Seleksi relasi, rencanaekstrakpolasi, prediksi, dan control. Berbeda dengan nurani, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mmempergunakan pikiran, dan tradisi.

Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.
Terkadang kalau kita mendengan kata intelligensi maka kita akan berfikiran langsung mengenai kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan emosional (EQ). sebenernya apasi pengertian dari IQ, SQ, dan EQ. mari baca artikel dibawah ini.

Kecerdasan intelektual (IQ) adalah ukuran untuk kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta. IQ juga kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir rasional, dan menghadapi lingkungan nya secara efektif. Adapun test untuk ini yang diberinama Intelligence Qoutient, dimana test ini untuk melihat skor yang diproleh.

Kecerdasan emotional (EQ) adalah kemampuan mengenadalikan perasaan, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan seseorang untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritualnya. Hal ini sebagai landasan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Pusat dari SQ itu sendiri berada dari hati.

gamba1.2 IQ, EQ, dan SQ


Tips meningkatkan IQ, EQ, SQ.

Tips meningkatkan IQ

1.       Banyaklah makan makanan mengandung nutrisi unutk kesehatan otak.
2.       Istirahat yang cukup.
3.       Selalu berfikir positif.
4.       Memotivasi diri untuk selalu berfikir optimis dan hilangkan rasa malas.
5.       Kembangkan keterampilan otak dengan kegiatan bermain puzzle, teka-teki silang dll.

Tips meningkatkan EQ

1.       Pahami mengenai perasaan diri sendiri dan orang lain.
2.       Selalu mendidik diri agar dapat bertahan dalam situasi sulit.
3.       Hadapi dunia tanpa rasa takut.
4.       Berusahalah unutk memecahkan masalah sendiri.
5.       Tumbuhkan rasa percaya diri, dan jangan takut untuk gagal.
6.       Tanamlah rasa hormat kepada orang lain.
7.       Hubungkan antara perasaaan dan fikiran kita.

Tips meningkatkan SQ

1.       Jangan terlalu banyak mengeluh.
2.       Ambil hikmah dari setiap hal yang dilanda.
3.       Belajarlah unutk menumbuhkan rasa rendah hati.
4.       Tumbuhka kepedulian kepada sesama.
5.       Seringlah melakukan perenungan mengenai diri sendiri, kaitkan dengan orang lain serta pristiwa yang dihadapi.

affection

efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) yang telah dicapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, maka makin tinggi nilai efektivitasnya.  Melalui perranan efektivitas, manusia tergerak hatinya, dan perasaannya untuk mengamati, mempelajari dan mengembangkan pengada-pengada actual di sekitar kita menjadi bagian dari proses keberadaannya.

Efektivitas tidak sama dengan pengetahuan, namun menjadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalm arti penerapannya dalam bentuk perbuatan dan tindakan. Afektivitas bukan hanya tindakan ke arah kebutuhan selera, kecenderungan. atau apa yang jasmaniah saja. tetapi juga spiritual dan intelektual atau intelligible. Afektivitas adalah satu dari unsur-unsur pokok dasariah dari cara berada manusia di dunia. dan satu dari dimensi-dimensi esensial roh manusia. Perbuatan afektif harus dimengerti sebagai segala gerakan atau kegiatan batin yang karenanya subjek ditarik atau ditolak.

Perbuatan afektif mengarahkan manusia untuk dunianya dan membuat manusia berada secara lebih langsung dan lebih intensif bersama dengan hal-hal lain, jadi sejauh lebih bersifat eksistensial. Melalui ini tindakan afektivitas memberikan dasar atau prinsip nilai bagi suatu proses kognitif. Pengalaman-pengalaman afektivitas justru menjadi syarat yang sangat menentukan bagi proses inteligensi manusia.  Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif. Adapun kondisi-kondisi tersebut ialah:

          Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas. Sebagai contoh ketika kita berhubungan dengan sebuah objek maka dalam diri objek terdapat sesuatu yang membuat kita tertarik atau menjauhinya, sesuatu yang ada pada diri objek pasti juga ada dalam diri subjek yang akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif baik menerima atau menolak.

          Kedua, nilai (baik dan buruk), dalam kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan melahirkan kegiatan afektif, karena afektivitas itu sendiri adalah berdasar pada kecintaan akan sesuatu maka subjek pada akhirnya akan melahirkan kegiatan afektif untuk menolak atau menerima.

          Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah tersebut.


freedom (kebebasan)

kata kebebasan sering diartikan sebagai suatu keadaan tiadanya penghalang, paksaan, beban, ataupun kewajiban. Seorang manusia disebut bebas apabila perbuatannya tidak mungkin dapat dipaksakan atau ditentukan dari luar. Manusia yang bebas adalah yang memiliki cara tersendiri untuk hidup. Kebebasan adalah suatu kodisi tidak adanya paksaan dalam menjalani aktivitas.

“freedom is self-determination”. Dalam kata ini dapat diartikan bahwa kebebasan merupakan suatu sifat atau cirri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.

gambar 1.3 bebas


Secara ringkas Louis Leahy membedakan kebebasan menjadi 3 macam, yaitu :

1.       Kebebasan fiisik :
Tidak adanya halangan ataupun rintangan yang bersifat fisik atau material. Maksudnya, orang menganggap dirinya bebas secara fisik jika tidak dicegah secara fisik untuk berbuat sesuai dengan apa yang ia kehendaki.

2.       Kebebasan moral :
Kebebasan ini adalah kebebasan untuk mengambil keputusan, berbuat atau tidak berbuat, atau kebebasan untuk dapat berbuat sesukanya.

3.       Kebebasan psikologi :
Orang dapat dikatakan bebas secara psikologis jika ua mempunyai kemampuan untuk mengarahkan hidupnya sendiri. Yang menciri khaskan kemampuan itu sendiri adalah adanya kehendak untuk bebas.

artikel ini dibuat di Jakarta Pusat ( Tanah Abang ), pada tanggal 04 April 2014, semoga artikel ini dappat bermanfaat bagi yang membacanya :)

artikel ini di sarikan dari :


Rabu, 02 April 2014

seminar family n city


Hallo semuanya J
Mau cerita dikit ya, kemaren hari sabtu tanggal 29 maret 2014 saya pergi ke hotel di daerah serpong beserta teman-teman saya. Tujuan kita kesana bukan untuk nginap ya, tapi kita kesana untuk mengikuti seminar family and city. Nah saya mau nulis sedikit nih apa yang dibahas di seminar kemaren.
Seminar kemaren membahas tentang mendidik anak di era digital ini. Mungkin kita sering liat bahkan mengalaminya langsung, dimana ada sebuah keluarga yang selalu repot dengan gadgetnya padahal situasinya kita sedang makan bersama. Atau melihat anak kecil yang sekarang ini selalu memakai gadget untuk bermain. Sebenarnya ama ngga si? Bagaimana mendidik anak di era seperti ini? Nah berikut adalah hasil dari apa yang saya dapatkan diseminar kemaren.

Tips mendidik anak di Era Digital
Hidup di zaman ini sangat menuntut setiap individunya untuk siap menghadapi kecanggihan dan perkembangan yang ada. Orang tua berperan bagi ananknya untuk mendidik. Selain itu teknologi juga sangat berperan bagi perkembangan anak. Namun terkadangan orang tua takut memberikan teknologi kepada anaknya dikarenakan karena takut dengan hal-hal yang negative. Berikut adalah tips untuk para orang tua untuk dapat memdidik anaknya di zaman yang era ini.
1.       Belajar dan mengenal TIK ( Tekhnologi Informasi dan Komunikasi ).
Segala sesuatunya pasti mempunyai 2 hal, yaitu sisi positif dan sisi negative. Begitu pula dengan tekhnologi . namun sebaiknya kita sebagai orang tua jangan nething (negative thingking) terhadap perkembangan teknologi ini. Supaya kita tidak dibodohi oleh anak, sebaiknya kita juga mengikuti perkembangan teknologi. Kita belajar tentang teknologi itu sendiri.
2.       Menyaring dan menyeleksi konten yang ada dan melakukan pendampingan.
Ketika kita belajar tentang teknologi, 1 hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara melakukan pengaturan device agar tidak menampilkan konten-konten yang membahayakan bagi anak. Mau tidak mau kita dituntut harus bisa dan mengerti akan tekhnologi itu sendiri.
3.       Kendalikan waktu akses, ajak anak bermain dan berinteraksi tanpa mesin.
Sebagai orang tua kita dapat mengatur kapan si anak dapat bermain dengan gadgetnya. Misalnya seminggu 2x atau disaat libur saja, atau juga gadget bisa sebagai motivasi (reward)si anak dalam belajarnya. Apabila si anak mendapatkan nilai yang bagus (nilai yang sudah ditentukan) anak dapat memainkan gedgetnya. Dengan ini anak giat dalam belajarnya, karena sudah termotivasi dengan gadget itu.selain mengatur kapan ia dapat bermain dengan gadgetnya, orang tua juga dapat mengatur lama durasi yang dapat ia mainkan.
Orang tua sebagai model sebaiknya memberi contoh yang baik juga terhadap anak-anaknya. Misalnya tidak memainkan gadgetnya disaat sedang berkumpul atau sedang makan bersama.upayakan untuk meminimalisirkan hal ini.karena disaat berkumpul ini adalah suasana yang sangat mendukung orang tua untuk dapat lebih dekat lagi kepada sang buah hati dengan mengajak anak berdialog dan berdiskusi.
4.       Pelajari apa yang bermanfaat dari tekhnologi

Pendidikan anak pada masa wire generation
wire generation adalah sebuah generasi baru yang lahir di era digital yang telah mampu merubah dunia. Mendidik anak dizaman ini jauh berbeda dengan jaman terdahulu. Bagaimana kita mendidik anak di era wire generation ini?
1.       Control terhadap beberapa media.

a)      Internet
Dari hasil penelitian 21% anak mengases lewat internet, maka ada baiknya kita para orang tua lebih mengontrol pemakaian internet pada anak.

b)      Games
Sekitar 14% anak mengenal pornografi karena games. Tanpa disadari banyak games yang beredar sekarang ini yang dapat merusak otak kita. Selain pornografi di games juga suka terdapat adanya kekerasan. Oleh sebeb itu orang tua juga harus menjaga anak dalam memainkan games-gamesnya yang berada di gadgetnya.

c)       Film/sinetron/DVD
Menjaga apa yang ditoton oleh anak, karena banyak sekali film-film sekarang ini yang didalamnya terdapat kekerasan, kejahatan, adegan syur, dan yang sekarang lagi berkembang ini adalah banyaknya goyangan-goyangan yang sangat tidak mendidik anak kita. Biasanya anak kecil selalu mecontoh apa yang dilihat. Oleh sebab itu mengontrol hal ini juga sangat dibutuhkan.

d)      Komik
e)      Iklan

2.       Melakukan control dan menguasai tekhnologi sebagai solusinya.
Langkah-langkah untuk menjadi terapis bagi anak.
1.       Tenang.
Apabila kita mengetahui bahwa si anak sudah keluar pada batasan yang sudah diberikan, sebaiknya orang tua harus bersikap tenang. Walaupun sangat susah, tapi usahakan lah untuk bersikap tenang terlebih dahulu. Karen justru ini akan menjadi kunci utamanya.

2.       Hindari marah dan panic.
Marah dan panic tidak menyesaikan masalah, yang ada si anak akan semakin jauh dengan orang tua.

3.       Diterima, dimaafkan, dan mulailah bermusyawarah.

4.       Ingat, bahwa anak sangat membutuhkan validasi 3p : penerimaan, pujian, dan penghargaan.

5.       Perbaiki pola pengasuhan.

Cara menghadapi anak tersebut :
·         Cari tau penyebab anak memulai mengenalnya.
·         Selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan penghargaan, ini akan membuat kecanduan menurun.
·         Jelaskan target penyediaan pornografi.
·         Tanya pendapatnya.
·         Susun langkah yang akan dilakukan bersama.
·         Anak buituh pendampingan.

Sikap orang tua terhapa anak.
a)      Tahu perkembangan tekhnologi.
b)      Lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang.
c)       Sering mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak.
d)      Lebih waspada dan tidak panic.
e)      Ada baiknya kita menggunakan tekhnolohi itu terlebih dahulu sebelum memberikan kepada anak.
f)       Berikanlah yang sesuai denga tujuan dan perkembangan usianya.

sekian dulu ya post saya kali ini.. semoga posant saya kali ini dapat bermanfaat juga bagi kalian yang membacanya :)

artikel ini saya buat di jakatra pusat (tanah abang) pada tanggal april 2014

Kamis, 27 Maret 2014

filsafat


Bukti pertama dari kelima bukti adanya Allah yang diberikan oleh Aquinas ialah bukti dari gerakan, yang juga terdapat didalama Aristoteles ( metaphysics, Buku 12; Psysics, Buku 8) dan digunakan oleh Maimonides dan Alvertue Agung. Melalui persepsi indrawi kita yahu bahwa benda-benda di dunia bergerak, dan gerakan ini merupakan kenyataan. Gerakan di sini simengerti di dalam pengertian luas, yaitu sebagai reduksi dari potensi ke aktus, dan Aquines, mengikuti aristoteles, berpendapat bahwa suatu benda tidak dapat direduksi dari potensi ke aktus kecuali oleh sesuatu yang telah berada didalam aktus. Dalam pengertian ini, “segala sesuatu yang bergerak digerakan olehsesuatu yang lain”. Bila yang lain itu juga bergerak, maka ia juga digerakan oleh pelaku yang lain. Karena seri tidak berhingga tidak mungkin, akhirnya kita sampai kepada sesuatu penggerak yang tidak digerakan, yaitu penggerak utama, “dan semua orang tahu bahwa penggerak itu adalah Allah.
Bukti kedua, yang diberi inspirasi oleh buku kedua dari Metaphysics nya Aristoteles, yang juga digunakan oleh Avicenna dan Albertus, juga berangkat dari dunia duniawi, tetapi kali ini dari tata atau seri sebab effisien. Tidak ada sesuatupun yang bisa menjadi sesuatu yang tertentu ini, benda tersebut harus ada sebelum dirinya sendiri. Sebaliknya, tidak mungkin untuk bergerak kedalam seri sebab-sebab effisien tanpa batas. Maka harus ada suatu sebab effisien pertama, “yang semua orang menyebutnya Allah”.
Bukti ketiga, yang diambil alih oleh Maimonides dari Avicenna dan diperkembangkan, mulai dari kenyataan bahwa beberapa pengada menjadi ada dan hilang, yang berarti bahwa mereka dapat ada dan dapat tidak ada, bahwa mereka kontingen dan tidak mutlak atau niscaya, sebeb seandainya mutlak mereka akan selalu ada dan tidak pernah menjadi ada ataupun musnah. Berdasarkan ini Aquinas berpendapat bahwa harus ada sesuatu pengada yang mutlak, yang menjadi alasan mengapa pengada-pengada kontingen bisa menjadi ada.
Bukti keempat, disarankan oleh penyelidikan di dalam Metaphysics Aristoteles dan pada hakekatnya berpendapat di dalam Agustinus dan Anselmus. Bukti ini mulai dari tingkat-tingkat kesempurnaan, kebaikan, kebenaran, dst., yang diketemukan di dalam benda-benda dunia ini, yang memungkin kan seseorang membuat perbandingan, misalnya, “ini lebih indah dari pada itu”, “ini lebih baik dari pada itu”. Dengan mengandaikan bahwa perbandingan seperti itu mempunyai dasar objektif, Aquinas berpendapat bahwa tingkat-tingkat kesempurnaan secara mutlak mengandaikan adanya sesuatu yang terbaik, paling benar, dst., yang juga merupakan pengada tertinggi.
Sejauh ini argumentasi hanya sampai kepada sesuatu yang secara relative terbaik. Bila seseorang dapat membuktikan bahwa benar-benar ada tingkat-tinggat kebenaran, kebaikan dan pengada, suatu hierarki pengada, maka harus ada satu pengada atau beberpa pengada yang tertinggi secara relative berdasarkan perbandingan. Tetapi ini tidak cukup untuk membuktikan adanya Allah. Maka Aquinas meneruskan berargumentasi bahwa apa yang tertinggi,  misalnnya di dalam kebaikan, harus merupakan sebab dari kebaikan didalam semua hal. Selanjutnya, sejauh kebaikan, kebenaran dan ada dapat ditukar, harus ada sesuatu pengada tertinggiyang merupakan sebab dari ada, kebaikan, kebenaran, dan dari semua kesempurnaan di dalam setiap pengada lain, “dan kita menyebut pengada ini Allah”.
Bukti kelima, merupakan bukti taologis. Menurut Aquinas, kita dapat mengamati bahwa benda-benda inorganic mempunyai tujuan tertentu dalam aktivitas mereka, dan Karena hal ini selalu atau sangat sering terjadi, maka aktivitas yang bertujuan tertentu itu tidak mungkin hanya berdasarkan kebetulan, tetapi harus merupakan hasil dari suatu maksud. Tetapi benda-benda inorganic tidak mempunyai pengetahuan : maka mereka tidak dapat mengarah kepada tujuan tertentu bila mereka tidak diarahkan oleh seseorang yang berbudi dan mempunyai pengetahuan, sebagaimana “ anak parah diarahkan oleh pemanahnya”. Maka ada suatu pengada yang berbudi, yang mengarahkan sama benda-benda kodrati pada suatu tujuan, “dan kita menyebut pengada itu Allah”. Pembuktian ini diberikan di dalam Summa Theologica.
Di dalam Summa coptra Gantile Aquines merumuskan pembuktian dengan cara yang sedikit berbeda. Dia mengatakan bahwa jika banyak hal dengan sifat-sifat yang berbeda dan bahkan bertentangan bekerjasama menuju suatu perwujudan dari suatu tatapan, hal ini tentu terjadi berkat penyebab atau penyelenggaraan yang berbudi, “dan kita menyebutnya Allah”.
Bila bukti yang diberikan di dalam Summa Thoelogics menekankan bertujuan intern dari benda inorganic, bukti yang diberikan di dalam Summa contra Gentiles lebih menekankan kerjasama dari banyak objek di dalam perwujudan dari tatanan atau harmoni dunia. Dari dirinya sendiri bukti mengarah kepada seorang ‘designer’ atau pemerintahan atau Arsitek dari alam semesta; penalaran lebih lanjut diperlukan untuk  memperlibatkan bahwa Arsitek ini adalah juga pencipta.

arikel ini dibuat di Jakarta Pusat (Tanah Abang) pada tanggal 27 maret 2013

Kamis, 13 Maret 2014

Ilmu Sosial : Seni dan Agama


Seni

Seni adalah sebuah ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat dijelaskan sebagai suatu keindahan. Jadi definisi, seni adalah bagian dari kebudayaan yang ada dan mempunyai unsure keindahan dan keelokan, unsure itu biasanya ada dalam pikiran seseorang.

Bentuk seni
Seni mempunyai 3 bentuk, diantaranya :
1.       Seni yang dinikmati melalui pendengaran : music, puisi, sastra dan lain-lain.
2.       Seni yang dinikmati melalui penglihatan : lukisan, poster, seni bela diri dan lain-lain.
3.       Seni yang dinikmati melalu penglihatan dan pendengaran : konser music, pagelaran dan film.

Macam-macam seni :
v  Seni estetika
Seni ini dilihat dari keindahan itu sendiri, biasanya seni dari maha karya lukisan, ataupun hasil dari fotografer. Contohnya : 
gambar 1.1 

v  Seni music
Seni yang disusun melalui nada-nada dan suara yang mengandung irama dan harmonisasi. Contohnya : 
gambar 1.2 musik klasik
v  Seni rupa
Cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Konsepnya melalui konsep titik, garis bidang, bentuk, voleme, tekstur dan pencahayaan dengan acuan estetika. Contohnya : 
gambar 1.3

v  Seni pertunjukan
seni ini melibatkan aksi individu ataupun kelompok. performence biasanya melibatkan ruang, waktu, penonton dan senimannya.Contohnya :

seni akrobat : 
,
gambar 1.4 


       tari : 
gambar 1.4.1


        Pentas musik : 
gambar 1.4.2

         Sulap : 
gambar 1.4.3


        teater : 
gambar 1.4.4


v  Seni tradisional
seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Tradisional adalah aksi dan tingkah laku yang keluar alamiah karena kebutuhan dari nenek moyang yang terdahulu. Tradisi adalah bagian dari tradisional namun bisa musnah karena ketidamauan masyarakat untuk mengikuti tradisin tersebut. Contohnya :
Tarian adat :
Tari piring : 
gambar 1.5


Tari payung : 
gambar 1.5.1


Tari saman : 
gambar 1.5.2


wayang ; 
gambar 1.5.3


Gamelan : 
gambar 1.5.4


pencak silat : 
gambar 1.5.5


v  Seni kontemporer
Seni ini berkembang karena adanya dampak modernisasi. Contohnya konser music yang sedang happening sekarang ini.

disari dari :



artikel ini dibuat di jakarta pusat ( Tanah Abang ) pada tanggal 13 maret 2014




Agama

Pengertian agama :
Agama terdiri dari kata “a” yang berarti “tidak” dan “gama” yang berarti “kacau”. Denga demikian agama adalah sejenis peraturan yang bertujuan untuk menghindari manusia dari kekacauan, sertamengantarkan manusia menuju kerteraturan dan ketertiban. Agama lebih kepada kepercayaan kita terhadap Tuhan semesta alam.

Karakteristik Agama :
1.       Memiliki kepercayaan agama, yaitu keyakinan atau iman yang kukuh dan tidak tergoncang pada tuhan ataupun yang disembah didalam agama-agama.
2.       Memiliki symbol agama, symbol memiliki kandungan arti dan makna dibaliknyayang hanya dimengerti oleh kelompok agama yang bersangkutan.
3.       Memiliki praktek agama, misalkan : sholat, berdoa, dan lain-lain.
4.       Memiliki umat dan penganut agama.
5.       Memiliki pengalam keagamaan.

Fungsi agama :
Fungsi agama itu sendiri adalah sebagai berikut :
1.       Sebagai sumber pedoman hidup bagi individu maupun suatu kelompok.
2.       Mengatur tata cara hubungan antara manusia dengan Tuhan dan menusia dengan manusia lainnya.
3.       Untuk menuntun kita tentang apa yang benar dan apa yang salah.
4.       Pedoman negungkapkan rasa kebersamaan.
5.       Pedoman rasa keyaninan.
6.       Pedomann keberadaan.
7.       Memberikan identitas manusia sebagai umat beragama.
Kelompok Agama :
Ada Lima kelompok agama terbesar, diantaranya :

1.    Buddha


gambar 2.1 tempat ibada agama buddha

Kitab suci Buddhisme :   
Kitab suci yang digunakan dalam agama Buddha Therayada adalah kkitab suci Tripitaka yang dikenal sebaga Kanon Pali (pali Canon). Kitab suci agama Buddha yang paling tua, yang diketahui hingga sekarang, tertulis dalam bahasa Pali/Magadhi Kuno, yang terbagi dalam 3 kelompok besar, yaitu : Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka.
gambar 2.2 kitab suci agama buddha

2.    Hindu
gambar 3.1 ibada agama hindu 

3.    Islam
gambar 4.2 masjid

gambar 4.2.1 al-qur'an

4.    Kristen
gambar 5.2.2 tempat ibadah agama kristen 
5.       konghucu
gambar 5.2.3 tempat ibadah agama konghucu

reffleksi : 
saya ingin berbagi tentang agama saya. saya ini orang muslim.di agama saya untuk menjadi orang muslim setiap orang diharuskan untuk membaca 2 kalimat syahadat. lalu setelah itu mereka harus menjalani kewajibannya sebagai umut islam. diantaranya adalah sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, dan menyisihkan sebagian hartanya untuk bersedekah dan zakat. selain itu di agama saya mempunyai ciri khas :

1. shalat jum'at.
     shalat jum'at ini wajib dilakukan bagi laki-laki. 

2. puasa dibulan Ramadhan.
    puasa dibulan Ramadhan adalah salah 1 kewajiban bagi orang muslim. puasa ramadhan ini dilakukan selama 29/30 hari. puasa adalah menahan diri dari berbgai hal, misalnya : menahan diri dari rasa haus, rasa lapar, dan menahan diri dari emosi. puasa dibulai dari datangnya fajar hingga adzan magrib.

3. shalat taraweh
    sehabis buka puasa, pas di adzan isya saya beserta keluarga biasanya melanjutkan untuk shalat berjama'ah di masjid untuk melakukan shalat isya, shalat taraweh, dan shalat witir. 

4. idhul fitri
   idhul firi adalah hari besar bagi setiap umat islam, yaitu untuk merayakan kemenangannya selama berpuasa dibulan ramadhan. di idul fitri ini juga menjadi agang untuk bersilahturahmi saya beserta sodara-sodara saya.

5. idhul adha.


 artikel ini disarikan dari :
artikel ini dikerjakan di jakarta pusat ( Tanah Abang ) pada tanggal 17 maret 2014

artikel ini dapat membantu sekaligus menambah wawasan bagi kalian yang membaca, terima kasih :)